Manchester United Bidik Kiper Liga Italia untuk Gantikan Andre Onana

Kesabaran Manchester United terhadap Andre Onana sudah habis. Setan Merah dilaporkan mencari kiper baru.

Diterbitkan 01 Desember 2023, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesabaran Manchester United terhadap Andre Onana sudah habis. Setan Merah dilaporkan mencari kiper baru.

Laporan dari Italia menyebut MU membidik kiper Lazio Ivan Provedel. Sang penjaga gawang merupakan kiper terbaik Serie A musim lalu setelah mencatat 20 clean sheet dari 37 pertandingan di kompetisi, serta cuma kemasukan 30 kali

Catatan tersebut membantunya menjadi kiper terbaik Liga Italia, mengalahkan Onana yang membantu Inter Milan mencapai final Liga Champions.

MU merekrut Andre Onana dari Inter dengan biaya transfer 47,2 juta poundsterling untuk menggantikan David de Gea yang kontraknya tidak diperpanjang. Dia dipilih manajer MU Erik ten Hag karena pernah bekerja sama di Ajax Amsterdam.

Namun, performanya sejauh ini jauh dari memuaskan. Kiper asal Kamerun itu teranyar melakukan dua blunder sehingga MU ditahan Galatasaray 3-3 pada persaingan Grup A Liga Champions, Kamis (30/11/2023) dini hari WIB.

Hasil ini membuat MU terdampar di posisi buncit klasemen dan terancam gagal melaju ke babak gugur. Untuk lolos, Setan Merah wajib menaklukkan Bayern Munchen pada partai terakhir dan berharap Galatasaray dan FC Copenhagen bermain imbang.

Erik ten Hag Bela Andre Onana di Depan Publik

Ten Hag sebelumnya membeberkan penyebab timnya gagal menang saat bertamu ke markas Galatasaray di matchday kelima Liga Champions 2023/2024. Alih-alih menuding Onana sebagai biang kerok hasil kurang memuaskan MU, juru taktik asal Belanda ini malah mengkritik seluruh skuad Setan Merah lantaran memiliki pertahanan yang kurang baik di laga tersebut.

"Kami sempat unggul, tetapi kehilangan (keunggulan) tersebut. Kami seharusnya bisa meraih tiga poin, itu sudah jelas," ujar juru taktik MU pasca menelan hasil imbang di matchday kelima Liga Champions.

"Saya senang dengan cara kami bermain, tetapi di saat yang sama, saya juga harus mengkritik tim karena pertahanan mereka tidak cukup bagus."

"Kami memimpin 3-1 dan kami harusnya tidak boleh membuat kesalahan karena hal itu akan mengubah (situasi)," sambung Erik ten Hag, seperti dilansir dari Metro.

Menurut dia, kegagalan timnya memetik tiga poin bukan disebabkan oleh faktor individu sang kiper, melainkan kualitas bola mati Hakim Ziyech yang berhasil menyumbang dua angka buat Galatasaray.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Dia (Andre Onana) baik-baik saja, tetapi tetapi seperti yang saya katakan, ini bukan (persoalan) individual," ucap Ten Hag. "Tentu saja dalam sepak bola, beberapa kesalahan individu bisa meyebabkan perbedaan dan Anda harus siap mengambil tanggung jawab atas hal itu. Akan tetapi, (situasi) ini lebih menyangkut tim, dan tim kami cukup bagus." "Harus saya katakan bahwa demikianlah (kehebatan) Hakim. Dia cemerlang, saya tahu itu. Di zona seperti itu, dia luar biasa. Tendangan bebas seperti itu darinya juga sangat sulit untuk ditahan (ditepis)," tambah manajer MU.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan