Buffon: Rasisme adalah Penyakit

Kiper Juventus Gianluigi Buffon setuju dengan Kevin Prince Boateng bahwa rasisme di sepakbola seperti malaria dan harus dibasmi.

Diterbitkan 25 Maret 2013, 05:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Pekan ini, Kevin Perince Boateng akan memberikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB di Zurich, Swiss. Gelandang AC Milan itu berpidato mengenai masalah pelecehan rasisme dalam olahraga.

Jumat (22/3/13) lalu, Boateng juga diundang oleh Presiden FIFA Sepp Blatter. Ia diundang untuk membicarakan cara terbaik mengatasi masalah rasisme di sepakbola.

Boateng pernah merasakan pelecehan rasisme ketika Milan beruji coba melawan Pro Patria, awal Januari lalu. Dalam pertandingan tersebut, ia menendang bola ke arah para pendukung Pro Patria dan meninggalkan lapangan. Tindakan itu diambil Boateng setelah dirinya diejek oleh suporter Pro Patria dengan nada rasis.

Peman asal Ghana tersebut menggambarkan rasisme sebagai penyakit berbahaya. Pendapat ini didukung Gianluigi Buffon. “Boateng benar, rasisme di sepakbola seperti malaria dan harus dibasmi,” kata kiper Juventus itu kepada Rai Sport, Ahad (24/3/13).

>“Ini (Rasisme) adalah isu yang sensitif. Itu tepat untuk menstigmatisasi insiden tertentu dan ada sejumlah penghinaan yang benar-benar sangat serius,” tambah Buffon.(FI)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Norwegia vs Prancis: Bukan Sekedar Adu Tajam Erling Haaland dan Kylian Mbappe

bogi.triyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan