Rivan Nurmulki Terancam Sanksi 1 Tahun Tidak Boleh Main oleh PBVSI

Rivan Nurmulki akan menjalani sidang kode etik PP PBVSI. Mantan pemain VC Nagano Tridents itu terancam tidak bisa bermain satu tahun di kompetisi profesional dan tim nasional.

Diperbarui 11 September 2023, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo telah memediasi PP PBVSI dengan Rivan Nurmulki. Mediasi dilakukan di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2023) siang WIB.

Dalam mediasi ini PP PBVSI diwakili Bambang Suedi dan Robert Koddong selaku Dewan Pengawas, serta Wakil Sekjen Gilang Iskandar. Sedangkan Rivan Nurmulki hadir tanpa didampingi siapa-siapa.

Bambang Suedi mengungkapkan pertemuan ini sebenarnya hanya menjelaskan absennya Rivan di Asian Men's Volleyball Champions atau Kejuaraan Asia 2023 dan tak masuk skuat timnas voli putra Indonesia untuk Asian Games 2022 Hangzhou.

"Kami menjelaskan juga kepada Pak Menpora bahwa yang tidak mau berangkat (ke Iran) itu Rivan," kata Bambang.

"Waktu mau berangkat ke Iran, dia juga tidak mau karena alasannya tidak cocok dengan tim pelatih dan yang kedua istrinya mau melahirkan. Ketiga dia sedang menjalani sidang kode etik di kepolisian."

Sementara alasan tidak masuk skuad Asian Games 2022, karena Rivan dinilai melanggar aturan setelah bermain di Kapolri Cup 2023. Mantan pemain VC Nagano Tridents ini bermain untuk Kalimantan Timur pada 16 dan 19 September saat timnas voli putra Indonesia berlaga di Kejuaraan Asia 2023.

"Kami maunya dia berangkat. Satu hal bahwa dia sudah dikontrak oleh Kapolda Kaltim untuk main di Kapolri Cup. Sedangkan dalam aturan AD/ART, pemain timnas tidak boleh main di situ karena persiapan Asian Games. Tapi, ternyata dia main," ucap Bambang.

"Padahal waktu kami sempat mediasi, kami tanya, dia itu mengatakan bahwa tidak cocok dengan tim pelatih. Dia bilang masih bisa tiga kali main SEA Games, terus bilang istrinya melahirkan, dan pas kejuaraan di Iran juga belum melahirkan."

"Saat itu juga pak Ketum (PP PBVSI Imam Sudjarwo) telepon ke Kapolda Kaltim bahwa Rivan sebenarnya tidak boleh main, tapi tetap main. Itu melanggar aturan," ucap Bambang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rivan dinilai melanggar AD/ART PP PBVSI 2018 Bab 3 pasal 29 ayat 3 yang berbunyi setiap atlet bola voli wajib membela nama bangga bangsa di even internasional dengan mengikuti proses yang ditentukan oleh PP PBVSI. Bambang kembali menegaskan masalah ini sama sekali tidak berkaitan dengan kritik yang dilontarkan Rivan di media sosial terhadap PBVSI. "Ya, itu saja (main di Kapolri Cup). Kalau dia tidak main di Kapolri Cup, tidak masalah sebenarnya. Saat dia main di Kapolri Cup sudah ditegur langsung. Kan kami ada di sana. Kapolda saja sudah kami tegur," ujar Bambang.

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan