Bali Sudah Bersolek Jelang Undian Piala Dunia U-20 2023

Bali terus bersiap menjadi penyelenggara undian Piala Dunia U-20 2023 yang dijadwalkan berlangsung di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, 31 Maret mendatang.

Diperbarui 27 Maret 2023, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak kehadiran Israel di Tanah Air untuk turnamen tersebut.

Padahal kepala pemerintahan yang berminat menggelar kompetisi sudah menandatangani perjanjian selaku kota tuan rumah pada 2019, ketika Indonesia mengajukan pencalonan ke FIFA.

Dalam dokumen tersebut, mereka adalah I Wayan Koster (Gubernur Bali), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Herman Deru (Gubernur Sumatera Selatan), Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Solo), Anies Baswedan (ketika itu Gubernur DKI Jakarta), dan Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya).

Sekedar informasi, calon venue Piala Dunia U-20 2023 adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar), Stadion Si Jalak Harupat (Palembang), Stadion Gelora Jakabaring (Palembang), Stadion Mahanan (Solo), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), dan Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Minat Indonesia kemudian mendapat respon dari FIFA selaku penyelenggara turnamen. Indonesia pun mencatat sejarah dengan dipercaya menggelar kompetisi resmi FIFA untuk kali pertama.

Namun pandemi Covid-19 menyerang. Ajang 2021 terpaksa dibatalkan karena krisis kesehatan dunia. Meski begitu, FIFA tetap menghadiahkan status tuan rumah kepada Indonesia untuk turnamen edisi selanjutnya pada 2023.

Setelah itu, Israel mengamankan tiket di Piala Dunia U20 2023 sebagai salah satu dari lima wakil Eropa. Israel lolos setelah mencapai semifinal Piala Eropa U-19 2022.

Isu Pembatalan Undian Piala Dunia U-20 2023

Piala Dunia U-20 2023 dijadwalkan digelar di Indonesia pada 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023. Indonesia mengajukan enam stadion sebagai lokasi turnamen terbesar kedua milik FIFA tersebut.

Salah satu proses penting pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 adalah pengundian. Rencana awalnya undian akan dilakukan FIFA pada 31 Maret 2023 di Pualau Bali.

Sayangnya enam hari jelang pelaksanaan, muncul isu pembatalan. FIFA mengambil langkah ini dengan alasan kondisi tak terduga di negara tuan rumah menyusul banyaknya penolakan terhadap timnas Israel.

Rumor ini sangat disayangkan. Pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 merupakan capaian yang harus dijaga. Pasalnya tidak mudah bisa mendapatkan kepercayaan dari FIFA menggelar salah satu ajang andalannya.

Menurut Kesit, jangan sampai persiapan yang sudah dilakukan untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 menjadi sia-sia karena muncul polemik keikutsertaan Israel di turnamen sepak bola terbesar kedua FIFA tersebut.

Bila sampai gagal menggelar Piala Dunia U-20 2023 yang rencananya berlangsung 20 Mei sampai 11 Juni nanti, konsekuensi besar sudah menanti sepak bola Indonesia.

"Dampaknya sangat buruk jika FIFA memindahkan tuan rumah Piala Dunia U-20 ini. Jangan sampai itu terjadi. Momentum atau kesempatan Indonesia sebagai tuan rumah harus dijaga bersama," kata Kesit dalam sesi diskusi dengan sejumlah pengamat sepak bola di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Kesit menjelaskan, selaku tuan rumah Piala Dunia U-20, Indonesia tak punya kuasa menolak timnas Israel untuk datang dan bertanding. Sebab Israel lolos lewat jalur resmi setelah menjadi finalis Piala Eropa U-19 2022. Israel menjadi salah satu wakil Eropa di Piala Dunia U-20 2023 bersama Inggris, Italia, Prancis dan Slovakia.

 

Laporan Kori Sofianty, Liputan6.com-Bali

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan