Duo Pinggiran Berebut Gelar Perdana

Sepanjang sejarah baru kali inilah Swansea City dan Bradford City lolos ke final Piala Liga. Karenanya, di Wembley Stadium, The Swans dan The Bantams bakal bere

Diterbitkan 24 Februari 2013, 17:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bagi sebagian publik, babak final Piala Liga atau Capital One Cup musim 2012-2013 antara Bradford City dan Swansea City yang akan berlangsung di Wembley Stadium, Minggu (24/2/13) sore waktu setempat merupakan antiklimaks. Sebabnya, dua klub yang berhak bertanding di babak pamungkas dapat dikategorikan sebagai klub “pinggiran” alias bukan tim-tim besar.The Swans, julukan Swansea, baru dua musim kembali bermain di kancah Liga Premier. Terakhir, Swansea bertanding di level tertinggi persepakbolaan Inggris terjadi di musim 1982-1983 atau 30 tahun yang silam. Apalagi The Bantams, julukan Bradford, yang saat ini tercatat sebagai klub penghuni divisi League One atau kasta keempat.Namun, salah besar jika menilai laga kedua tim jauh dari tontonan yang mengasyikkan. Sebaliknya, partai antara dua tim pembunuh raksasa ini dipastikan akan berlangsung dengan sengit. Sebabnya, inilah kesempatan terbaik bagi Bradford dan Swansea menorehkan tinta emas dalam sejarah masing-masing klub. Laga ini pun bakal menyajikan dua gaya permainan yang berbeda. Bradford yang ditukangi Phil Parkinson terkenal sebagai tim berciri khas Inggris, kick and rush, mirip dengan Stoke City. Parkinson pun mengakui jika di laga final timnya lebih mengedepankan faktor fisik ketimbang skill. Sebaliknya, Swansea yang diarsiteki Michael Laudrup terbilang klub modern yang berani menyatukan pola konvensional dengan gaya Latin atau operan pendek dari kaki ke kaki.Melihat rekor pertemuan saat Swansea masih berkiprah di League One, kedua tim bertemu sepuluh kali di antara musim 1993-1994 sampai 1995-1996 dan musim 2005-2006 dan 2006-2007. Hasilnya, The Swans unggul, empat kali menang, empat kali imbang, dan dua kali kalah. Sementara, menengok jejak rekam beberapa pertandingan yang terakhir, performa kedua tim kurang menjanjikan. Swansea dan Bradford sama-sama hanya memetik satu kali kemenangan dari lima partai terakhir.Mengamati materi dan kualitas arsitek tim, di atas kertas, Swansea lebih diunggulkan. Michu dkk tentunya lebih bersinar dibanding Gary Jones dkk. Pengalaman manajerial kedua manajer pun berbeda. Kiprah Parkinson, 45 tahun, baru sebatas di kancah kasta rendah di persepakbolaan Inggris. Kontras dengan curriculum vitae Michael Laudrup yang pernah menangani Brondby (Denmark), Getafe dan Real Mallorca (La Liga Spanyol), dan Spartak Moscow (Rusia).Jadi? Di atas kertas, Swansea lebih banyak diunggulkan untuk tampil sebagai kampiun Piala Liga musim ini. Namun, andaikata Jones dkk mampu tampil solid di semua lini, boleh jadi pertandingan akan dilangsungkan dengan babak perpanjangan dan tak mungkin diakhiri dengan adu tendangan penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manchester United Lega, Barcelona Rela Berkorban Besar Demi Permanenkan Rashford

Ajang NurdinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan