Bertemu Maroko di Piala Dunia 2022, Spanyol Bekali Pemain dengan 1000 Latihan Penalti

Spanyol sudah berlatih penalti sejak dikalahkan Italia di Piala Eropa 2020.

Diterbitkan 06 Desember 2022, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ini pekerjaan rumah kami, karena kami tidak bisa hanya melatih mereka ketika mereka bersama timnas. Di klub juga harus belatih," kata Luis Enrique.

Pada saat Piala Eropa 2020 yang dilangsungkan tahun 2021, Spanyol gagal melaju ke babak final. La Roja ditahan imbang 1-1 di waktu normal dan dikalahkan 4-2 saat adu penalti.

Dani Olmo dan Alvaro Morata gagal menendang penalti dari titik 12 pas. Tendangannya berhasil ditepis kiper Italia, Gianluigi Donnarumma yang meraih kiper terbaik di Piala Eropa 2020. Sedangkan dari Italia, hanya Manuel Locatelli yang gagal mengesekusi penalti.

Lupakan Catatan Buruk

Selain kegagalan di Piala Eropa yang membekas, Spanyol juga dihadapkan pada catatan buruk di 16 besar Piala Dunia. Dalam empat Piala Dunia terakhir, Spanyol hanya sekali melewati babak 16 besar, pada saat itu ketika La Roja dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2010.

Kendati demikian Luis Enrique tidak ambil pusing dengan catatan itu. Dia hanya ingin berusaha keras untuk mendorong para pemain melupakan hasil yang sudah lewat dan tidak terlalu memikirkan hasil yang akan datang.

"Saya tidak peduli dengan hasil sebelumnya, saya ingin mengendalikan apa yang bisa saya kendalikan sebagai pelatih," ucap dia.

"Sepak bola tidak selalu merupakan permainan yang adil. Saya yakin kami memiliki lebih bagus daripada Maroko. Jika tidak, saya juga akan baik-baik saja," imbuh Enrique.

Enrique juga memastikan permainan Spanyol tidak akan ada yang berubah. Spanyol tetap akan bermain dengan menghibur dan permainan cantik.

"Filosofi kami sama. Kami mencoba dan menghibur para penggemar sehingga mereka senang menonton kami. Kami tidak boleh hanya pergi dan meraih kemenangan, kami perlu menghibur penonton," tutur dia.

 

Waspadai Semangat Maroko

Luis Enrique mengatakan, pihaknya saat ini mewaspadai semangat dari Maroko setelah menciptakan kejutan dengan lolos sebagai juara grup di atas Kroasia dan Belgia. Sementara Spanyol hanya finis kedua di grup, setelah kalah dari Jepang.

Semangat Maroko juga diprediksi akan bertambah berlipat-lipat karena mereka saat ini merupakan satu-satunya wakil Afrika yang tersisa. Motivasi untuk menunjukkan kemampuan akan bertambah dan menjadi antisipasi Spanyol.

“Maroko berada dalam suasana hati terbaik saat ini, mereka sangat termotivasi setelah babak penyisihan grup yang spektakuler, mereka memuncaki grup yang sulit," beber Enrique.

"Tapi kami memiliki planning yang jelas. Walaupun memang kami tidak harus mendominasi semua lawan selama 90 menit. Di Piala Dunia Anda memiliki tim terbaik, Anda bermain melawan pelatih dan pemain papan atas," tandas Enrique.

 

Hafal Gaya Main Maroko

Gelandang Spanyol, Pedri mengaku sudah mempelajari dan hafal gaya bermain Maroko. Menurutnya, Maroko memiliki lini tengah yang sangat baik dari sisi fisik dan mampu menutup semua ruang.

"Banyak tim nasional memainkan kami satu lawan satu, kami tahu mereka akan menekan kami dengan keras di lini tengah untuk mendapatkan bola dari kami," kata Pedri.

"Saya yakin Maroko telah menganalisis pergerakan kami. Ada hal-hal yang harus ditingkatkan dan saya pikir kami akan memainkan pertandingan yang hebat. Kami bersemangat untuk bermain dan mengubah kesedihan (dari kekalahan Jepang) menjadi kebahagiaan," tutur dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rangga Ari, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan