Sukses

3 Momen Emosional dalam Sejarah Piala Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia telah menghadirkan beragam drama yang menguras emosi miliaran pengikutnya di seluruh dunia. Panggung terbesar bagi pesepak bola ini pun harus berkali-kali memberikan momen pilu, haru, serta tangisan air mata di setiap pertandingan berlangsung.

Momen pilu dan paling emosional ini juga terekam dengan apik, sehingga penggemar bisa mengulas kembali kenangan tersebut dalam bentuk doa atau pembelajaran hidup selanjutnya.

Selama persiapan sampai berjalannya laga pertandingan Piala Dunia, banyak sekali kejadian dan momen yang dapat mengundang air mata para pemain, penggemar, bahkan orang-orang yang tidak terlibat sekalipun dapat merasakan mosi tak percaya itu.

Mengutip dari laman 90min, Kamis (1/12/2022), berikut daftar momen pertandingan paling emosional dalam sejarah pertandingan Piala Dunia.

1. Andres Escobar di tembak mati -1994

Sepanjang karirnya, Andres Escobar telah membuat 51 penampilan Internasional untuk Kolombia. Dari keseluruhan pertandingan yang dilakoni, ia mendapatkan pujian dan dijunjung tinggi oleh para penggemar tim nasional atas kontribusi terbaiknya selama itu.

Namun, kesalahan yang paling tidak diinginkan oleh para pesepak bola harus terjadi pada dirinya. Pada Piala Dunia 1994, ia melayangkan gol bunuh diri dan membuat tim lawan yaitu Amerika Serika menang dengan skor 2-1.

Nasib naas Andreas pun dimulai sejak kejadian tersebut. Tepat sepuluh hari kemudian, sekembalinya ke Kolombia, Andreas ditembak mati sebanyak enam kali dan pembunuhnya sempat meneriakkan kata “Gol” seiring teriakan yang dikeluarkan.

Andreas Escobar dibunuh saat duduk di mobilnya di luar kelab malam di kota Medellin, Kolombia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2. Air Mata Paul Gascoigne – 1990

Penggemar Timnas Inggris di tahun 90-an pasti tahu betul seberapa mencuri perhatiannya seorang Paul Gascoigne. Mulai dari tubuhnya yang gemuk namun lincah, kemudian aksi briliannya di panggung hijau, sampai tangis pilunya di babak semifinal.

Saat bertanding melawan Jerman Barat pada 4 Juli di Stadion Delle Alpi, Turin, Gascoigne melakukan sebuah pelanggaran. Saking kerasnya perlanggaran yang ia buat, wasit Jose Roberto Wright mengganjar kartu kuning kepada Gazza, panggilan Gascoigne.

John Moston, seorang komentator BBC kala itu mengatakan bahwa, “Dia tidak akan main di final apabila Inggris memenangi laga semifinal ini.”

Mengetahui kenyataan buruk, air mata dari Gazza pun sudah tidak bisa terelakkan lagi. Ia terlihat menangis layaknya seorang anak kecil yang tersesat di tengah lapangan besar. Dalam laga tersebut ia menyadari bahwa kartu kuning yang baru saja dilayangkan kepadanya itu akan menghilangkan kesempatan untuk dapat tampil di Olimpico, Roma.

3 dari 3 halaman

3. Kartu Merah David Backham – 1998

Ketenaran pesepak bola satu ini sudah tidak diragukan lagi. Saking terkenalnya, nama David Backham bahkan diketahui oleh orang yang tidak suka bola sekalipun.

Apakah Beckham selalu berada di atas kejayaannya? Tentu saja tidak. Dalam sejarah karirnya, Beckham pernah berada dititik paling terendah. Begitu rendahnya sampai ia dibenci oleh pecinta sepakbola di seluruh penjuru dunia.

Tepatnya pada laga pertandingan Piala Dunia tahun 1998 di Prancis. Backham mendapatkan kartu merah setelah dengan sengaja menendang kaki Simone hingga terjatuh.

Backham memang dikenal muda marah dan gampang tersulut emosi di tengah pertandingan sekalipun. Ia menendang Simone dengan alasan tak terima saat Simone mentekel dirinya hingga terjatuh di laga tersebut.

Timnas Inggris pun kalah, dan harus pulang lebih cepat daripada hasil yang telah diprediksi. Setelah tersingkir dari Piala Dunia 1998, Beckham harus menanggung ketika seluruh warga Inggris menyalahkan kegagalan timnas karena dirinya.

Selama tiga tahun Beckham harus menjalani hidup ditengah cemooh penggemar atas apa yang ia pernah lakukan. Itu menjadi pukulan berat sekaligus pembelajaran bagi Beckham, untuk karirnya yang lebih cemerlang sampai sekarang.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS