Sukses

Dampak Berhentinya Kompetisi Sepak Bola Indonesia Mulai Terasa

Liputan6.com, Jakarta Liga 1 dan kompetisi di bawahnya seperti Liga 2 dan Liga 3 mulai merasakan dampak dari berhentinya kompetisi sejak 2 Oktober 2022 lalu. Penghentian kompetisi sepak bola Indonesia karena Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang itu telah membuat banyak klub harus mengencangkan ikat pinggang karena roda keuangan klub harus tetap berjalan.

Menurut laporan dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), sudah terdapat lima klub Liga 2 yang menunggak gaji. Liga 2 sendiri yang start lebih lambat dari Liga 1 karena baru berjalan 6 pekan namun sudah banyak klub yang tidak mapu memberikan hak pemain secara penuh.

”Sampai hari ini (kemarin, Red), ada lima klub Liga 2 yang menunggak gaji. Kalau Liga 1, relatif masih aman. Mayoritas pemain masih menerima gaji full sampai Oktober. Lalu, untuk Liga 3, kami masih memantau,” ujar CEO APPI M. Hardika Aji seperti rilis yang diterima media.

Penundaan Liga Indonesia sendiri merupakan hasil rekomendasi dari TGIPF (Tim Gabungan Investigasi dan Pencarian Fakta) Tragedi Kanjuruhan yang diketuai oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa Liga Indonesia akan kembali bergulir meski sudah ada wacana yang dihembuskan bahwa liga akan bergulir awal Desember mendatang.

Gelandang Persib Bandung sekaligus andalan Timnas Indonesia, Marc Klok berharap agar Liga Indonesia, khususnya Liga 1 bisa kembali bergulir. Menurutnya, dengan berjalannya liga bisa berdampak bagus pada persiapan Timnas Indonesia terhadap ajang Piala AFF pada Desember mendatang. Dengan liga kembali normal kodisi tubuhnya bisa dalam keadaan yang bagus.

"Harapan saya secepatnya bisa kembali digelar, termasuk untuk tim nasional. Karena pemain harus segera kembali berada di kondisi kebugaran yang bagus," kata Klok.

"Karena kami akan bertanding di Piala AFF Desember nanti. Kami perlu sepakbola yang kompetitif secepatnya," dia menambahkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Terganggu

 

Sebelumnya dampak dihentikannya liga membuat banyak klub yang melakukan penundaan dalam pembayaran gaji pemain dan pelatih. Madura United misalnya melakukan adendum perjanjian kontrak di awal-awal pasca kejadian Tragedi.

Sementara tim-tim seperti PSMS Medan, Sriwijaya, Semen Padang, Sulut United hingga Persidago Gorontalo membubarkan tim sementara sampai ada kepastian liga kembali berjalan.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule llewat unggahan instagramnya telah menyiratkan bahwa dirinya berharap pemerintah segera memberikan izin untuk kembali menggulirkan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Menurutnya banyak pihak yang memiliki ketergantungan ekonomi terhadap sepakbola.

"Saya juga tidak ingin mengorbankan 120 ribu teman-teman saya yang hidupnya menggantungkan diri dari sepak bola baik itu ofisial, wasit, pemain, kitman, pelatih, pelaku UMKM dan sebagaimana mereka hidup dari sepak bola," Kata Iwan Bule pada Rabu (06/11/2022)

"Maka dari itu KLB perlu dilangsungkan dan kami memohon agar pemangku kepentingan berkenan memberikan izin untuk bergulirnya kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS