Mengenal Sejarah Trofi Jules Rimet di Piala Dunia

Jules Rimet dikenal sebagai "Bapak Piala Dunia" karena gagasannya untuk mengadakan turnamen sepak bola internasional empat tahunan ini.

Diterbitkan 05 November 2022, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tidak seperti pendahulunya, trofi itu tidak dapat dimenangkan secara langsung. Yang asli tetap dalam kepemilikan FIFA di markas mereka di Zurich dan jika Inggris menang di Qatar, maka mereka akan secara permanen menyimpan replika perunggu berlapis emas.

Hilangnya Trofi Jules Rimet

Selama belasan tahun, trofi Jules Rimet tersimpan dengan aman di kantor federasi sepak bola Brasil yang berlantai tiga di Rua da Alfandega, Rio de Janeiro. 

Namun, memasuki tahun ke-13, tepatnya pada 1983 kantor CBD yang telah berganti nama menjadi CBF itu dibobol kawanan maling. Ada yang menyebut bahwa ada dua orang dalam kawanan tersebut, ada pula yang menyebut tiga.

Menurut catatan v-brazil.com, kawanan maling itu adalah amatiran. Mereka merencanakan pencurian itu secara mendadak, tanpa persiapan ketika sedang menikmati cachaca -- minuman beralkohol hasil fermentasi aren -- di bar setempat.

Di sana sebenarnya ada trofi replika untuk membingungkan pencuri. Akan tetapi, mereka sepertinya tahu mana trofi yang asli dan mana yang bukan. Sebab itu, dicurigai adanya keterlibatan orang dalam terkait pencurian tersebut.

 

Membuat Brasil Geger

Jelas pencurian trofi itu menggegerkan Brasil. Presiden CBF kala itu, Giulite Coutinho, mengeluarkan permintaan publik agar rakyat Brasil bahu membahu mencari trofi tersebut. 

Coutinho mengatakan bahwa nilai spiritual trofi tersebut jauh lebih besar ketimbang nilai intrinsiknya. Bank Negara Bagian Rio pun akan memberikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil mengembalikan Piala Jules Rimet dalam kondisi semula.

Pada akhirnya, trofi ini tidak pernah ditemukan. Polisi sebenarnya sudah menangkap dua orang dalam yang sebelumnya pernah bekerja sebagai pesuruh di kantor CBF, tetapi kemudian melepasnya. Kemudian, satu orang tersangka lain, Antonio Carlos Aranha, ditembak mati pada 1989.

Lenyap

Trofi yang hilang di negara penemu sepak bola itu pada akhirnya benar-benar lenyap ketika berada di negara raja sepak bola. 

The Guardian pun meyakini bahwa piala yang juga membawa sejarah sepakbola dunia tersebut telah dilebur dan dijual sebagai bullion atau logam mulia (dengan tingkat kemurnian minimal 99,5 persen).

Jika dihitung, dengan kurs rupiah sekarang Piala Jules Rimet diperkirakan bernilai seharga 3,3 miliar. 

Namun merujuk apa yang diucapkan legenda Timnas Brasil, Pele, nilai material dari piala tersebut tidak sebanding dengan sejarah di dalamnya yang terkandung jerih payah pesepak bola Brasil untuk menjadi yang terbaik di dunia; karena piala adalah simbol kejayaan, dan kejayaan tak pernah bisa ditukar dengan uang.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Rizal, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan