Sukses

Kisah Ketika Afrika Pertama Kali Memasuki Piala Dunia

Liputan6.com, Jakarta Mesir adalah negara Afrika pertama yang berpartisipasi di putaran final Piala Dunia 1934, atau lebih dari tiga dekade sebelum penampilan berikutnya oleh negara dari benua yang sama.

Mereka hanya memainkan satu pertandingan di final 1934 di Italia, kalah 4-2 dari Hungaria di Naples sebelum pulang menggunakan perahu.

Pada masa itu, keanggotaan badan sepak bola dunia, FIFA, terbatas. Tetapi, masih ada 36 negara yang mengikuti turnamen 1934, yang berarti bahwa babak kualifikasi diperlukan untuk memangkas lapangan menjadi 16 menuju final.

Piala Dunia pertama di Uruguay empat tahun sebelumnya, pada 1930, memiliki 13 peserta. Semuanya diundang untuk ambil bagian, tetapi tidak termasuk timnas Mesir.

Pada kualifikasi 1934, dimainkan hanya dua bulan sebelum final, Mesir harus bermain melawan Palestina yang dikuasai Inggris dalam dua pertandingan untuk menentukan tempat di Italia. Mesir menang dengan mudah melalui dua leg dengan kemenangan 7-1 di Kairo – pertama di dunia digelar di tanah Afrika – diikuti satu bulan kemudian dengan kemenangan 4-1 di Yerusalem.

Mesir saat itu dilatih oleh orang Skotlandia, James McCrae, yang kariernya terganggu oleh Perang Dunia Pertama. McCrae pernah bermain untuk West Ham United, yang membuatnya lihat dalam mengakomodir pasukannya. Salah satunya adalah Mokhtar El Tetch, salah satu legenda Mesir.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Mesir hingga Harus Jalani Kualifikasi Eropa

Ketika lolos ke putaran final, Mesir sudah dihadapkan dengan sistem gugur di Piala Dunia 1934. Maklum, babak pertama baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1950.

Walau begitu, Mesir telah membuat entri sensasional, terutama ketika mereka mengalahkan Hungaria 3-0 di Olimpiade 1920 di Paris. Namun, Hungaria lebih berpengalaman saat kedua negara bertemu di Stadio Ascarelli di depan sekitar 12.000 penonton.

Hungaria unggul 2-0 dalam waktu empat menit, meski Abdel Rahman Fawzi membuat Mesir menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Sayang, Mesir kebobolan dua gol lagi di babak kedua dan akhirnya tersingkir.

 

3 dari 3 halaman

Menarik Diri

Sementara di Piala Dunia 1938, Mesir memilih menarik diri melawan Rumania. Mereka memutuskan itu karena ketegangan politik dan awan gelap perang saat itu.

Tidak ada perwakilan Afrika di final 1950 di Brasil, setelah kerusakan akibat Perang Dunia Kedua. Tetapi, Mesir kembali untuk kualifikasi menghadapi putaran final pada 1954.

Ini masih tiga tahun sebelum berdirinya Konfederasi Sepak Bola Afrika, sehingga mereka harus menjalani peruntungan di kualifikasi Eropa. Mesir akhirnya kandas di tangan Italia setelah kalah 7-1 secara agregat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.