Update Covid-19 15 September 2022: Kasus Sembuh Bertambah 3.915 Orang

Jadi total akumulatif terdapat 157.849 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Diperbarui 16 September 2022, 03:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih saja bertambah. Hingga Kamis kemarin (15/9/2022) total akumulatif orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona terdapat 6.402.686 orang.

Berdasarkan data, ada penambahan 2.651 orang positif Covid-19. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 3.915 orang. Dengan demikian total akumulatifnya ada 6.215.711 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 21 kasus. Jadi total akumulatif terdapat 157.849 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Rabu 14 September 2022 bahwa gelombang virus Corona di masa depan diperkirakan bisa kembali terjadi.

WHO mengingatkan pemerintah di seluruh dunia perlu tetap waspada dan siap untuk menanggapi setiap ancaman yang mungkin muncul, seperti dikutip dari laman Xinhua, Kamis (15/9/2022).

"Kita tidak pernah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi ini," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurun

Menurut WHO, selama minggu 5-11 September, jumlah kasus mingguan baru di seluruh dunia menurun 28 persen dibandingkan minggu sebelumnya menjadi lebih dari 3,1 juta.

Jumlah kematian mingguan baru turun 22 persen menjadi hanya di bawah 11.000. Tedros menyamakan respons pandemi dengan perlombaan maraton.

"Sekarang adalah waktunya untuk berlari lebih keras dan memastikan kita melewati batas dan menuai hasil dari semua kerja keras kita," kata Tedros.

Meski demikian, para ahli WHO terus mengimbau agar berhati-hati.

Virus ini "beredar pada tingkat yang sangat intens di seluruh dunia saat ini. Dan, faktanya, jumlah kasus yang dilaporkan ke WHO yang kami tahu terlalu rendah," ujar Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO.

"Kami merasa lebih banyak kasus yang sebenarnya beredar daripada yang dilaporkan kepada kami," kata Tedros.

"Kami memperkirakan akan ada gelombang infeksi di masa depan, berpotensi pada titik waktu yang berbeda di seluruh dunia, yang disebabkan oleh subvarian Omicron atau bahkan varian yang berbeda," sambung dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di Klinik Universitas Erlangen di Jerman, dokter mata dan ahli biologi molekuler Bettina Hohberger sedang berusaha mengungkap misteri Long Covid-19. Dia dan timnya berusaha membuktikan apakah virus Covid-19 menggaggu peredaran darah secara konsisten: Bersama seorang rekan dari unit perawatan intensif, Hohberger mendapat ide menguji, apakah virus juga menyerang lapisan terdalam kapiler. Bettina Hohberger dan timnya kemudian fokus meneliti pembuluh darah halus. Untuk itu, dia membuat foto mata para pasien Long Covid dengan kamera spesial. "Ide di baliknya adalah, pembuluh darah di mata tentu punya struktur sama seperti yang lainnya di tubuh," kata Hohberger. Dengan demikian, kata Hohberger, perubahan di mata bisa jadi contoh untuk seluruh tubuh. "Itu ternyata benar. Bettina Hohberger menemukan, pada banyak pasien Corona, aliran darah di kapiler terganggu. Di Institut Max Planck para peneliti sudah punya dugaan, mengapa gangguang aliran darah ini terjadi," demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Minggu 11 September 2022.

Halaman
Show All
AY Yustiawan, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan