Selama Piala Dunia Qatar, Timnas Jerman Pilih Tinggal di "Surga Kehidupan"

Tempat yang baru dibuka pada 29 Maret lalu, memiliki konsep yang sama dengan Chiva-Som, sebuah resor pantai yang terletak di Thailand. Kedua resor ini, memiliki julukan "Surga Kehidupan".

Diterbitkan 28 Juni 2022, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 Qatar tinggal dalam hitungan bulan, tapi menarik dilihat penginapan atau tempat para timnas peserta memilih tempat untuk tinggal. Salah satunya adalah timnas Jerman, mereka memilih tempat yang bernama Zulal Wellness Resort yang terletak di Al Ruwais adalah resor bintang 5 seluas 28 hektar (280.000 meter persegi) yang terletak di pantai utara Qatar, menghadap ke Teluk Arab. 

Tempat yang baru dibuka pada 29 Maret lalu, memiliki konsep yang sama dengan Chiva-Som, sebuah resor pantai yang terletak di Thailand. Kedua resor ini, memiliki julukan "Surga Kehidupan". Sesuai dengan namanya, kedua resor ini jauh dari pusat kota sehingga menghasilkan ketenangan saat mengindap disana.

Hanya satu setengah jam berkendara dari Bandara Internasional Hamad menuju resort mewah tersebut. Sesi latihan akan berlangsung di stadion tim divisi satu Al-Shamal SC, yang terletak hanya beberapa menit dari hotel.

"Kami memiliki semua yang dibutuhkan di Al Ruwais sehingga memungkinkan kami untuk fokus dan berlatih secara intensi dan ada beberapa tempat bersantai di hotel," ujar pelatih timnas Jerman Hansi Flick seperti yang dikutip dari SBNation, Selasa (28/6/2022).

 Dari hasil drawaing Piala Dunia 2022 Qatar menempatkan Jerman di grup E dan akan memulai turnamen mereka melawan Jepang pada 23 November 2022, di Al Rayan.

Empat hari kemudian, mereka menghadapi Spanyol di Al Khor. Lawan ketiga adalah Kosta Rika akan berlangsung pada 1 Desember di Al Khor.

Legenda Timnas Jerman Kritik Perlakukan Qatar Terhadap LGBT

Legenda Timnas Jerman, Oliver Bierhoff mengkritik perlakukan tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar kepada kaum LGBT. Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Timnas Jerman itu menyebut tindakan Qatar tidak dapat diterima.

Bierhoff mengatakan kepada surat kabar Jerman, dia tidak senang bahwa homoseksual masih ilegal di negara Teluk tersebut.

"Perlakuan seperti itu terhadap kaum homoseksual sama sekali tidak dapat diterima. Ini sama sekali tidak sesuai dengan pandangan saya," kata Bierhoff, dilansir BBC Sport.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pria yang kini beruia 54 tahun itu juga mempertanyakan kriteria yang digunakan dalam pemilihan Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Dia menduga bahwa pejabat FIFA telah disuap untuk memberikan Piala Dunia kepada Qatar, meskipun penyelidikan independen yang dilakukan oleh FIFA kemudian tidak menemukan bukti kuat tentang hal ini. "Kriteria apa yang sebenarnya digunakan FIFA untuk memberikan tuan rumah Piala Dunia. Pemberian turnamen adalah senjata paling ampuh untuk mendorong perubahan yang diperlukan," kata Bierhoff, dilansir BBC. "Tetapi perubahan itu harus terjadi sebelum pemilihan negara dan bukan setelahnya," ujar Bierhoff. Mantan pemain internasional Jerman berusia 54 tahun itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa "kriteria pemberian tuan rumah harus terkait erat dengan masalah hak asasi manusia.

Halaman
Show All
Jefry Hutabarat, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan