Sukses

Mereka yang Terbius Kegaduhan Istora Senayan: Tekanan Menyenangkan dari Publik Tuan Rumah

Liputan6.com, Jakarta Istora Senayan, Jakarta selalu membawa kenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi para pemain bulu tangkis yang tampil di sana. Bukan hanya atlet Tanah Air saja, tapi juga bagi pemain dari luar negeri. 

 

Nami Matsuyama/Chiharu Shida salah satunya. Ganda putri asal Jepang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di Indonesia Open 2022 itu mengungkap alasan bahwa mereka senang bermain di Istora.

Keduanya merasa senang tampil di sana lantaran banyak pendukung yang meneriakkan nama mereka. 

"Kami berterima kasih untuk semua dukungan yang diberikan kepada kami, kami sangat senang bermain di sini,” kata Shida dilansir dari PB Djarum. 

Nami/Chiharu mengaku takjub dengan suara gemuruh penonton Indonesia. Tahun lalu, keduanya sempat bermain di Indonesia Open 2022 yang dilangsungkan di Bali tanpa penonton karena pandemi Covid-19. 

"Baru kali ini kami mendengar nama kami dipanggil oleh penonton sebanyak ini selama pertandingan, jadi kami senang sekali bisa bermain di Istora,” sambung Matsuyama. 

Matsuyama/Chiharu merupakan juara Indonesia Open 2022 nomor ganda putri. Di babak final mereka berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota lewat partai melelahkan, 3 gim 18-21, 21-14, dan 21-17. Berkat kemenangan ini juga, ganda putri berhasil mencetak rekor. 

Mereka menjadi ganda putri pertama yang menjuarai tiga turnamen level super 1000 tiga kali beruntun, mulai dari Indonesia Open 2021, All England 2022, Indonesia Open 2022. 

Di Indonesia Open 2021, pasangan Jepang ini berhasil mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan 2 gim langsung 21-19 dan 21-19.

Sementara itu, di All England 2022 yang dilangsungkan di Birmingham, mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Zhang Shu Xian/Zheng Yu dengan 2 gim langsung 21-13 dan 21-9. 

2 dari 5 halaman

Loh Kean Yew

Pebulu tangkis yang juga suka dan menikmati suara gemuruh dari publik Istora adalah, Loh Kean Yew. Tak dapat dipungkiri, publik Istora sangat menyukai penampilan Loh Kean Yew yang juga disebut Istora Boys. 

Melalui video pertanyaan dan jawaban dari akun Hendra Setiawan yang baru diunggah Senin (20/6/2022), Loh Kean Yew mengaku sempat tertekan dengan Istora yang terus meneriakkan namanya. 

“Seharusnya saya tertekan, tapi Istora membuatku enjoy. Ya, mereka dukung jadi oke. Jika mereka dukung lawanku, aku makin tertekan. Atmosfernya bagus di Istora,”tutur Loh Kean Yew. 

Lebih lanjut, dia juga menceritakan terakhir kali dia ke Indonesia pada 2020. Disaat itu, belum banyak orang yang mengenalnya karena sering gugur di babak 32 besar atau 16 besar. Dia hanya bisa mendengar dari omongan para pebulu tangkis lain lalu kemudian harus pulang ke negara asalnya. 

“Soalnya terakhir aku kesini 2020, cukup ramai dan bagus. Tapi saya hanya bermain 1 atau 2 babak jadi orang orang belum tau saya. Saya hanya dengar istora sangat bagus tapi kemudian saya harus meninggalkan Istora sebelum perempat final.” 

Ketika ditanya apakah dia terganggu dengan suara gemuruh khas penonton Indonesia, Ea Ea, Ea. Loh menjawab bahwa sedikit terganggu, namun dia tetap bisa fokus pada jalannya pertandingan. 

“Jadi aku belum pernah merasakan ini baru pertama kali. Saya kaget, istora sangat menyenangkan. Ada sikit, ea ea ea. Ini saya mau fokus atau mau ea ini. Tapi setelah itu saya fokus jadi oke.” 

3 dari 5 halaman

Chou Tien Chen

Pebulu tangkis asal Chinese Taipei ini juga mengaku menikmati dukungan dari publik Istora. Kala itu, dia harus tersingkir di babak 16 besar Indonesia Open 2022 setelah disingkirkan oleh wakil Hong Kong, Lee Cheuk Yiu dengan 2 gim langsung 18-21, 13-21. 

Usai kalah, publik Istora pun berdiri mengatakan terima kasih kepada pebulu tangkis yang berusia 32 tahun itu karena telah berjuang. 

“Waktu saya kalah dan meninggalkan lapangan, saya melihat banyak fans berdiri dan bilang Chou Tien Chen. Terima kasih, perlakuan ini sangat menyentuh hati saya dan menguatkan hati saya,” tulis Chou Tien Chen pada akun Instagramnya.

Pemain yang dijuluki Istora Boys ini memang sangat disukai oleh publik Istora. Chou Tien Chen kerap kali melakukan pemanasan seperti memukul raket ke beberapa titik di lapangan. Hal itu pun sering mendapatkan tanggapan langsung oleh para penggemar di Istora. 

Meski bukan wakil tuan rumah, para penggemar juga mengeluarkan suara gemuruh khas “Ea Ea Ea.” Hal itu pun tidak terjadi sekali. Dalam setiap penampilan pebulu tangkis asal Chinese Taipei ini, penonton Istora langsung mengeluarkan suara gemuruh khasnya.

4 dari 5 halaman

Agenda Selanjutnya Pebulu tangkis

Setelah selesai perhelatan di Indonesia, para pebulu tangkis akan melanjutkan perjuangan ke Kuala Lumpur, Malaysia pada ajang Malaysia Open 2022 yang akan dilangsungkan pada 28 Juni hingga 3 Juli mendatang. 

Ini merupakan kejuaraan super 750 yang menyiapkan hadiah sebesar 675.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar 10 kuadriliun. 

Beberapa pemain unggulan seperti Akane Yamaguchi, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya, dan Viktor Axelsen akan meramaikan ajang yang dilangsungkan di Axiata Arena, Kuala Lumpur ini. 

Tak hanya itu, wakil Indonesia di sektor putri akan langsung menghadapi tantangan berat di babak 32 besar Malaysia Open 2022. 

5 dari 5 halaman

Hasil Undian Malaysia Open 2022

Tunggal Putra: 

Anthony Sinisuka Ginting vs Sai Praneeth (India) 

Jonatan Christie vs Sameer Verma (India) 

Tommy Sugiarto vs Kenta Nishimoto (Jepang) 

Tunggal Putri: 

Gregoria Mariska Tunjung vs Akane Yamaguchi (Jepang)

Ganda Putra: 

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Jeppe Bay/ Lasse Molhede (Denmark) 

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (Tiongkok) 

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Goh V Shem/Low Juan Shen (Malaysia) 

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Ren Xiang Yu/Tan Qiang (Tiongkok) 

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana

Ganda Putri: 

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Baek Ha Na/Lee Yu Lim (Korea Selatan) 

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan) 

Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto vs Vivian Hoo/Lim Chiew Sien (Malaysia) 

Ganda Campuran: 

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Chan Peng Soon/Cheah Yee See (Malaysia) 

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Chang Tak Ching/Ng Wing Yung (Hong Kong) 

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Mikkel Mikkelsen/Rikke Soby (Denmark) 

Hafiz Faizal/Serena Kani vs Hee Yong Kai Terry/ Tan Wei Han Jessica (Singapura)

Penulis: Jesslyn Koesman