Sukses

Aneh! Mantan Pelatih Timnas Prancis Ini Memilih Pemain Berdasarkan Zodiak

Liputan6.com, Jakarta Masih ingat dengan Raymond Domenech? Pelatih yang kini menginjak usia 70 tahun tersebut sarat akan kontroversi saat melatih. Bahkan, saat menukangi Tim Nasional Prancis, ia sempat membuat geger jagad sepak bola dengan keputusan yang diambilnya.

Banyak kisah aneh saat ia menjadi nakhoda Les Blues pada 2004-2010. Selama enam tahun memimpin Thierry Henry dkk, Domenech cenderung tidak mementingkan taktik dan kebugaran pemain. Dia lebih cenderung memilih pemain untuk bergabung ke dalam skuad tim nasional berdasarkan zodiak dan tahun kelahiran.

 

2 dari 3 halaman

Keputusan yang Irasional

Saat awal membesut Les Blues, Domenech enggan memanggil pemain yang memiliki zodiak Scorpio. Dia juga tidak mau menunjuk pemain berzodiak Leo untuk mengawal barisan pertahanan. Akibatnya, pemain-pemain hebat seperti Ludovic Giuly, Robert Pires, hingga Philippe Mexes sempat dia tinggalkan. Domenech juga memilih Gregory Coupet sebagai kiper utama menggantikan Fabien Barthez.

Takhayul telah mengisi alam pikiran Domenech. Bahkan, ia memiliki alasan yang irasional untuk mempertegas keputusannya kala itu.

"Saya akan menyiapkan senjata jika ada pemain berbintang Leo di barisan pertahanan. Pemain itu pastinya akan pamer dan akibatnya bisa merugikan tim," ucap Domenech dalam sebuah kesempatan ketika itu, dilansir Sky Sports.

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Domenech, kembali melanjutkan keputusannya yang irasional tersebut dengan tidak memanggil William Gallas dan Gael Clichy ke dalam skuad. Kebetulan, kedua pemain tersebut berzodiak Leo. Domenench malah memberi isyarat bahwa keputusan tersebut diambil karena ada pertimbangan astrologi.

"Semua parameter harus dipertimbangkan dan saya telah menambahkan satu dengan mengatakan ada astrologi yang terlibat," ucapnya  kala itu seperti dilansir Goal.

3 dari 3 halaman

Gagal Berprestasi

Sayang, kepercayaan Domenech itu belum berhasil membawa Les Bleus hanya melahirkan kegagalan. Capaian fantastisnya adalah membawa Prancis menjadi finalis Piala Dunia 2006 ketika dikalahkan Italia melalui adu penalti di Olympiastadion Berlin. Pertandingan tersebut melahirkan momen ikonik dalam sejarah sepak bola dunia, yaitu tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi.

Selain itu, faktor mistis yang dikedepankan Domenech membuat ruang ganti Les Bleus terpecah. Ketika Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Prancis memulai kompetisi dengan hasil imbang di laga pertama atas Uruguay dan dilanjutkan kekalahan dari Meksiko. Titik klimaks dari keterpecahan tersebut, Domenech mengeluarkan Nicolas Anelka di pertengahan kompetisi dari skuad.

Bak gunung es yang mencair, Patrice Evra pun ribut dengan asisten Domenech, Robert Duverne, saat latihan. Para pemain lebih membela Evra dengan memutuskan memboikot sesi itu dan kembali ke markas tim. Karena kondisi tim tidak kondusif, pada pertandingan pamungkas, Les Bleus dikalahkan Afrika Selatan. Prancis kembali ke Paris dengan tertunduk lesu, karena tim tersebut bertengger di juru kunci klasemen fase grup.

Sampai saat ini, Raymond Domenech bestatus tanpa klub. Terakhir kali ia melatih pada musim 2020/21 saat membesut FC Nantes. Bahkan di klub asal Prancis tersebut ia hanya bertahan enam minggu saja, pada Februari 2021 ia pun dipecat karena rentetan hasil buruk yang diterima Nantes.

 

(*)