HEADLINE: Timnas Indonesia di Leg 2 Final Piala AFF 2020, Kutukan Berlanjut atau Masih Ada Asa?

Timnas Indonesia tertinggal 0-4 dari Thailand pada leg 1 Final Piala AFF 2020. Indonesia dituntut kejar gol di leg 2 meski jadi sangat berat.

Diperbarui 01 Januari 2022, 19:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun permainan Indonesia berubah total saat menghadapi Thailand. Shin Tae Yong pun ogah larut dalam kesedihan.

"Mungkin terlihat mustahil mengejar 0-4. Tapi bola itu bundar. Jika kita kerja keras sampai akhir, dan kita harus melakukannya untuk suporter Indonesia, kami mencoba meraih hasil lebih baik," ujar Shin Tae-yong.

Berikut hasil pertandingan Indonesia dengan Shin Tae Yong:

Kualifikasi Piala Dunia, Kualifikasi Piala Asia dan Uji Coba

Indonesia 2-3 Afghanistan

Indonesia 1-3 Oman

Thailand 2-2 Indonesia

Vietnam 4-0 Indonesia

Indonesia 0-5 Uni Emirat Arab

Indonesia 2-1 Chinese Taipei

Chinese Taipei 0-3 Indonesia

Afghanistan 1-0 Indonesia

Indonesia 4-1 Myanmar

Piala AFF 2020

Indonesia 4-2 Kamboja

Laos 1-5 Indonesia

Indonesia 0-0 Vietnam

Malaysia 1-4 Indonesia

Singapura 1-1 Indonesia

Indonesia 4-2 Singapura

Indonesia 0-4 Thailand

 

Masih Ada Harapan

Meski hampir mustahil, Shin meminta para pemainnya tetap bekerja keras di leg kedua. Menurutnya, para pemain harus bermain demi suporter timnas Indonesia.

"Kita harus kerja keras sampai akhir. Kita juga harus kerja keras demi fans. Kalau begitu, kita akan mendapat hasil yang baik," kata Shin.

Timnas Indonesia masih harus melakoni leg kedua melawan Thailand pada Sabtu (1/12/2021) malam WIB. Untuk bisa juara, timnas Indonesia harus menang paling tidak 5-0.

Semangat yang sama juga ditunjukkan kapten Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar. Gelandang yang main di klub Korea Selatan, Ansan Greeners ini mengatakan pertarungan untuk memperebutkan gelar juara belum usai.

Melalui akun Instagram miliknya @asnawi_bhr, Asnawi Mangkualam menegaskan pertandingan belum usai. Mengingat memang masih ada Leg 2 Timnas Garuda melawan Thailand.

"Hasbunallah Wanikmal Wakil....Belum usai!!🇮🇩," tulis Asnawi yang diunggah Rabu, 29 Desember 2021.

Dalam lima kali final yang pernah diikuti Timnas Indonesia, Indonesia pernah mengalami hal pahit seperti saat melawan Thailand. Pada final Piala AFF 2010, Indonesia kalah telak 0-3 lawan Malaysia di stadion Bukit Jalil.

D

i laga leg pertama itu, Indonesia kalah lewat dua gol Safee Sali dan Ashari Samsudin. Duel begitu panas dan sempat memunculkan protes dari ofisial timnas karena kiper Indonesia, Marcus Harison disorot laser.

Pada leg kedua, Indonesia mengusung misi cetak tiga gol. Stadion GBK begitu bergemuruh menyambut perjuangan Indonesia.

Tapi Safee Sali kembali membuat fans Garuda lewat gol di menit ke-24. Meski begitu, Indonesia berhasil memenangkan pertandingan lewat dua gol M Nasuha dan Mohamad Ridwan. Indonesia tetap tersingkir dengan agregat 2-4, tapi Garuda keluar lapangan dengan kepala tegak.

 

Kutukan Berlanjut?

Statistik pertandingan memperlihatkan kurang bagusnya permainan Indonesia lawan Thailand. Dari penguasaan bola, Indonesia kalah jauh yaitu 66,6 persen Thailand dibandingkan 33,4 persen.

Penguasaan bola yang tinggi membuat Thailand memiliki sekitar 28 kali tendangan bola mati dari tendangan bebas dan sudut. Tendangan bebas 21 kali, sudut 7 kali.

Sedangkan Indonesia hanya mendapatkan 1 kali tendangan sudut dan 13 kali tendangan bebas.

Bicara serangan, Indonesia lagi-lagi kalah dari Thailand. Tim Gajah Putih tercatat melepas 9 kali tendangan ke arah gawang. Sedangkan Indonesia satu kali saja.

Jumlah tembakan melenceng Thailand 8, sedangkan Indonesia 3. Ini membuat akurasi tembakan Thailand berkisar 47,3 persen berbanding 25 persen Indonesia.

Indonesia agak mengimbangi Thailand dalam hal ketepatan umpan. Indonesia melepas 72,7 persen umpan akurat, sedangkan Thailand 85,6 persen.

 

Komentar Pengamat

 

Statistik menunjukkan Thailand menguasai bola sampai 66 persen. Indonesia tampak bermain bertahan tapi malah kebobolan 4 gol oleh Thailand.

Menurut mantan pelatih Timnas Futsal dan pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana, Indonesia terlalu membiarkan Thailand kuasai bola. Padahal, disebutnya, Indonesia tak seharusnya main dengan strategi parkir bus.

"Saya lebih suka Indonesia pakai 4-4-2. Keliatan Indonesia pakai parkir bis. Thailand itu bukan Spanyol, Brasil, Jerman. Bahkan Thailand bukan Jepang, Korea dan Arab Saudi, mereka masih di level bawah itu jadi kekurangannya banyak," kata Justinus di chanel Youtube Justinus Lhaksana.

"Lawan Indonesia, Thailand seolah-olah hebat banget passing-passing. Kenapa umpan mereka sampai? Karena kita memberi ruang untuk bermain," dia menambahkan.

 

 

Meski begitu, Justinus berharap Indonesia bisa memperbaiki permainan di leg 2 final. Dia berharap koordinasi pertahanan Indonesia bisa lebih baik lagi.

"Secara keseluruhan kita memang layak kalah. Namun masih ada leg dua. Kita harus belajar kesalahan kita. Ini tidak hanya terjadi lawan Thailand, tapi juga terjadi lawan Singapura," ujar Justin.

"Pemain terlalu hilang fokus karena saat ada lawan di kanan, semua pemain ke kanan. Tapi tidak melihat pemain lawan di kiri."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan