Timnas Indonesia Kerap Dicap Main Kasar di Piala AFF 2020: Kalau Kata Anak Rap-rap Medan, Kenapa Rupanya?

Timnas Indonesia menjadi tim dengan jumlah pelanggaran terbanyak di Piala AFF 2020.

Diperbarui 23 Desember 2021, 17:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>"Jadi kan, dulu PSMS itu selalu kalau soal teknis selalu kalah dari tim-tim asal Pulau Jawa. Jadi untuk mengimbanginya, caranya dengan bermain rap-rap. Fisik harus kuat Kalau fisik nanggung, ya jadinya main kasar. Zaman itu, ada istilah 'bola boleh lewat orang jangan'," ujar Gurning menjelaskan.

Ciri Khas Ayam Kinantan

Gurning pun sempat merasakan gemblengan ala rap-rap di PSMS sejak 1985-1988. Menurut Gurning, di eranya, permainan rap-rap juga menular ke tim PON Sumaetara Utara (Sumut)  yang dihuni banyak pemain PSMS. Gaya khas ini mengantari Sumut merebut emas dari sepak bola di PON 1985 dan 1989.

"Latihann untuk bermain gaya rap-rap sangat capek. Apalagi waktu masih ditangani Nobon (mendiang Nobon Kayamuddin), pemain-pemain menjerit karena beratnya latihan kala itu," kata Gurning.  

Berkat permainan ngotot dan keras ini, PSMS menjadi tim yang sangat diperhitungkan di sepak bola nasional. PSMS tercatat mampu memenangkan 6 trofi juara kompetisi era Perserikatan, 2 trofi Marahalim Cup, hingga 1 trofi internasional, yakni Aga Khan Gold Cup pada tahun 1967. 

 

Jadwal Indonesia Vs Singapura

Sementara itu perjalanan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020 masih terus berlanjut. Setelah imbang 1-1 di leg pertama, Skuat Garuda kembali akan bertemu Singapura pada Sabtu (25/12/2021). Dalam duel ini, Timnas Indonesia harus tampil mati-matian untuk merebut tiket ke babak final. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan