Sukses

Gara-Gara Kasus Doping, Rusia Pakai Nama Baru di Olimpiade Tokyo 2020

Liputan6.com, Jakarta Rusia bisa bernapas lega karena diizinkan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Padahal sebelumnya, karena kasus doping, Rusia sempat divonis tak bisa ikut event internasional.

Setelah mengajukan banding dan sukses, Rusia bisa tampil di Olimpiade Tokyo. Namun Rusia harus menggunakan nama baru yaitu Russian Olimpic Comitee (ROC) di Olimpiade nanti.

Bendera dan lagu nasional Rusia pun tak boleh digunakan. Ini kompensasi yang didapatkan Rusia kalau ingin tampil di Olimpiade.

Meski begitu, Rusia masih bisa menggunakan warna merah, putih dan biru di seragam mereka. Televisi pun akan menyebut Rusia dengan ROC di event nanti tanpa menyebutkan kepanjangannya.

Seperti dilansir AP, kalau ada atlet Rusia yang memenangkan emas, maka lagu baru disiapkan oleh seorang komposer bernama Tchaikovsky. Bukan lagi lagu kebangsaan yang dkumandangkan.

 

2 dari 4 halaman

Kekuatan Penuh

 

Meski ganti nama, Rusia tetap tampil dengan kekuatan penuh di Olimpiade Tokyo nanti. Rusia mengirimkan 330 atlet ke Tokyo.

Jumlah ini lebih banyak 50 atlet dibandingkan 2016. Rusia akan diperkuat atlet paling muda yaitu Viktoria Listunova, 16 tahun, sampai atlet berkuda atau dressage Inessa Merkulova (56 tahun).

Rusia menargetkan finis di posisi tiga. Rusia ingin panen emas di gymnastik, renang artistik, gulat, anggar dan judo.

 

3 dari 4 halaman

Mengecewakan

 

Tampilnya Rusia mendapatkan kritikan keras. Badan Arbitrase Olahraga atau CAS dinilai merugikan usaha untuk membasmi doping di olahraga.

Rusia dikenal sangat nakal dalam hal doping. Setelah ditimpa kasus besar, jelang Olimpiade Tokyo, dua atlet renang mereka pun dilarang tampil di Olimpiade tapi dibatalkan CAS.

Namun Rusia membatalkan tim dayung mereka karena terbukti positif mengkonsumsi zat terlarang meldonium Juni lalu. Rusia tak akan tampil di nomor quadruple sculls karena tak punya pengganti.

4 dari 4 halaman

Infografis