Liputan6.com, Jakarta - Seperti biasa sehabis pertandingan, Sahib Abbas pulang ke Karbala menggunakan bus. Namun, pada laga keempatnya bersama tim divisi teratas Salahaddin, sang saudara Fadhil tidak menjemput di terminal.
Pemuda yang kehilangan kakinya akibat Perang Teluk, Fadhil biasa mengajak Sahib mengobrol tentang hasil laga dalam perjalanan kaki menuju rumah. "Mereka menjemputnya sepekan lalu," jelas sang ibu begitu Sahib tiba di rumah. Mereka yang dimaksud adalah petugas keamanan.
Peristiwa ini terjadi beberapa bulan setelah Saddam Hussein memerintahkan militer menginvasi Kuwait. Irak sempat mundur akibat tekanan dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.
Tidak lama berselang, masyarakat setempat bergerak untuk memaksa Saddam mundur. Sahib dan Fadhil menuruti pesan itu bersama sekelompok teman. Mereka menyerang lokasi pemeriksaan yang dikuasai tentara.
Namun, Saddam mendeklarasikan kuasa penuh dan Sahib harus kabur untuk menyelamatkan diri.
Saksikan Video Berikut Ini
Kembali ke Sepak Bola
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3183850/original/032527500_1595121283-200719_BOLA_GANJIL_300x-100.jpg)
Dalam persembunyian, salah satu mantan pelatih menyarankan Sahib kembali ke sepak bola. Dia memberi tahu Salahaddin, klub berbasis Tikrit, kota kelahiran Saddam, mencari striker baru.
Setelah menjalani seleksi, Sahib meyakinkan klub untuk memberinya kontrak. Dia didaftarkan ke otoritas dan mencetak dua gol pada laga debut.
Sahib memberi tahu sang ibu akan mencari Fadhil ke direktorat keamanan setempat. Sebagai pemain Salahaddin, klub yang didukung rezim, dia merasa aman.
Untuk berjaga-jaga, presiden Salahaddin, Mohammed Al-Watani, juga memberinya nomor yang bisa dihubungi jika Sahib terkena kendala.
Sahib menghubungi kontak itu dan keduanya bertemu. Dia ternyata petinggi keamanan setempat. Alih-alih membebaskan saudara, Sahib justru ditangkap setelah menyebutkan siapa dirinya.
Ternyata Sahib memang dicari karena pernah melawan negara. Dia ditempatkan dalam sel bersama empat orang teman seperjuangan dulu. Mereka bercerita kerap disiksa aparat yang bertanya identitas dan keberadaannya. Petugas juga sempat mengancam bakal menyetrum Sahib jika berbohong ketika diinteogasi.
Â
Intervensi Klub
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3183851/original/026301900_1595121964-200719_BOLA_GANJIL_2_300x-100.jpg)
Beruntung Sahib memiliki rencana cadangan. Dia memberitahu sang ibu agar mengubungi presiden atau pelatih Salahaddin jika tidak pulang dalam waktu tertentu.
Manuver tersebut terbukti berguna. Pemain Salahaddin mogok bermain jika Sahib tidak dalam tim. Al-Watani dan pelatih Salahaddin Abdelilah Abdul-Hamed pun turun tangan dan menjemputnya ke penjara.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3229916/original/080300300_1599374325-bola_ganjil_h.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)