Perbedaan Mencolok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2976486/original/018263100_1574644686-20191125-Rayakan-Gelar-Juara_-Suporter-Flamengo-Banjiri-Rio-de-Janeiro-3.jpg)
Sejak berdiri, Fluminense mengasosiasikan diri dengan masyarakat papan atas Rio de Janeiro berkat koneksi Inggris. Para suporter kerap memakai busana mewah saat menyaksikan pertandingan.
Akibatnya, Fluminense melarang pemain keturunan merepresentasikan tim. Salah satu pemain berwarna yang sempat tampil, Carlos Alberto, sampai harus menggunakan tepung beras untuk menutup wajahnya sebelum bertanding. Langkah itu terpaksa diambil agar fans tidak bergejolak.
Pemilihan pemain berdasar warna kulit itu akhirnya menjadi identitas klub, meski kini tidak lagi diterapkan. Namun, suporter Fluminense masih bangga akan praktik lama sampai sekarang. Mereka bahkan menciptakan lagu yang dikumandangkan setiap pertandingan. Di laga besar, pendukung juga kerap melempar tepung beras ke lapangan untuk mengenang tradisi sekaligus menakuti lawan.
Flamengo mengambil langkah berbeda. Mereka menjadi klub untuk semua warga. Pendukung mereka biasanya datang dari kelas pekerja.
Berbekal pendekatan itu, Flamengo pun menjadi salah satu klub dengan jumlah pendukung terbanyak di Brasil. Padahal mereka lebih muda ketimbang Fluminense.
Maka rivalitas kedua klub bisa dimengerti. Mereka merepresentasikan dua jiwa berbeda dari satu kota. Tidak ada pemilahan berdasar agama atau politik, hanya sebatas harga diri. Sama seperti persaingan kakak adik.
Buang Bola ke Danau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321786/original/006831800_1607693884-D2b9hCQXcAIwZw6.jpg)
Ada beberapa duel kedua klub yang dikenang. Salah satunya pertemuan di 1963 ketika 194 ribu orang menuhi Maracana.
Laga itu pun menempati peringkat tiga daftar laga dengan jumlah penonton terbanyak, setelah final Piala Dunia 1950 dan laga internasional Brasil vs Paraguay pada 1954. Sayang, duel Flamengo vs Fluminense itu kurang dramatis dan berakhir 0-0.
Pada 1916, laga keduanya di Carioca menjadi pertandingan sepak bola pertama yang dihentikan karena serangan suporter. Fans Fluminense masuk lapangan karena tidak terima keputusan wasit yang mengizinkan Flamengo mengambil ulang penalti tiga kali.
Di ajang sama tahun 1941, Flamengo dan Fluminense berduel mempertaruhkan gelar. Pertandingan berlangsung di markas Flamengo dekat Danau Rodrigo de Freitas.
Flamengo membutuhkan kemenangan dengan Fluminense hanya perlu imbang. Skor menunjukkan angka 2-2 di babak pertama.
Setelah itu duel berlangsung penuh intrik. Fluminense memanfaatkan lokasi pertandingan dan menendang bola sejauh mungkin ke danau. Mereka ingin membuang waktu karena butuh usaha mengambil si kulit bundar.
Namun, kubu Flamengo mengantisipasi strategi tersebut. Mereka menempatkan beberapa pendayung di danau supaya bola lebih cepat kembali. Sayang taktik Flamengo tidak cukup karena Fluminense sukses mempertahankan skor laga dan membawa pulang titel.
Laga Kontroversial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321784/original/001437800_1607693807-CDFQ2LMWEAAlvbG.jpg)
Duel paling terkenal antara keduanya terjadi pada 1995 dan dikenal sebagai 'pertandingan perut'. Kembali mereka bersua mempertaruhkan gelar Carioca. Tapi kali ini Flamengo yang cukup mengincar seri dan Fluminense wajib berjaya.
Fluminense unggul 2-0 di babak pertama berkat gol Renato Gaucho dan Leonardo. Namun Flamengo menyamakan kedudukan melalui Romario dan Fabinho selepas jeda.
Dengan laga seakan berakhir imbang, skor berubah tiga menit sebelum selesai. Renato Gaucho kembali merobek gawang Flamengo setelah membelokkan umpan silang rekan, kali ini menggunakan perut. Gol ini menjadi kontroversi karena Renato Gaucho dalam posisi offside.
Gol pun tidak tercatat atas namanya, melainkan Ailton yang melepas umpan.
Legenda dan Bintang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321785/original/008801400_1607693848-EnSrJfdXUAImFug.jpg)
Renato Gaucho merupakan salah satu pemain penting dalam sejarah Fluminense, bersama nama lain seperti Tele Santana dan Rivelino. Sementara di kubu Flamengo ada Zico yang mencolok.
Dan seperti kebanyakan rivalitas lain, banyak bintang sudah merepresentasikan kedua klub, di antaranya Romario dan Ronaldinho.
Beda Peruntungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2976489/original/051787600_1574644688-20191125-Rayakan-Gelar-Juara_-Suporter-Flamengo-Banjiri-Rio-de-Janeiro-6.jpg)
Rivalitas Fluminense dan Flamengo meski peruntungan keduanya belakangan timpang. Fluminense tidak pernah merebut gelar sejak 2012.
Sedangkan Flamengo memenangkan Carioca 2020. Berstatus juara bertahan Brasil dan Copa Libertadores, mereka juga masih terlibat persaingan gelar kedua ajang tersebut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/882554/original/072100500_1483983312-Cu_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321771/original/011744300_1607692365-000_1DG7AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415103/original/091446600_1479909862-rio_de_janeiro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411652/original/066561300_1479706477-Brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562202/original/067614500_1776814039-000_A8JP4CR__1_.jpg)