Bola Ganjil: Akhir Tragis Kiper Pencatat Rekor asal Belanda, Namanya Jadi Trofi

Simak kisah hidup Tonny van Leeuwen, kiper berbakat asal Belanda yang berakhir tragis.

Diterbitkan 29 September 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Transfer itu berbuah manis. Van Leeuwen masuk skuat timnas U-21 setahun berselang.

Pada titik ini rintangan kembali menghadang. Van Leeuwen mendapat sanksi larangan bermain karena memukul lawan. Dia baru dipercaya membela Belanda pada 1967 oleh pelatih George Kessler.

Debut Van Leeuwen berakhir bencana. Belanda menyerah 3-4 dari Jerman Timur dengan Van Leeuwen dikritik karena buruk mengantisipasi umpan lambung lawan.

Masa depannya di pentas internasional menjadi buram. Namun, Kessler siap memberi Van Leeuwen kesempatan sekali lagi setelah tampil istimewa di liga. Dia membantu GVAV menaklukkan tuan rumah Ajax Amsterdam 1-0 dan berkali-kali memantahkan serbuan lawan.

Rekor Istimewa

Sayang, Van Leeuwen kembali mengecewakan melawan Hungaria. Dia bermain gugup dan Belanda tertinggal 1-2 di babak pertama. Van Leeuwen melakukan blunder yang berbuah gol kedua lawan. Merasakan tekanan besar, dilaporkan Van Leeuwen pura-pura cedera agar ditarik keluar.

Karier Van Leeuwen berakhir di situ. Namun, dia tetap bersinar bersama GVAV. Dia memilih bertahan meski beberapa tim lain menginginkan jasanya, salah satunya raksasa Belgia Anderlecht, untuk membantu klub promosi setelah terdegradasi dari Eredivisie pada 1970.

Van Leeuwen melakukannya lewat penampilan heroik di bawah mistar. Dia hanya kebobolan tujuh kali dari 30 pertandingan. Meski bukan di kasta tertinggi, hingga itu angka tersebut diakui sebagai rekor terbaik di antara liga-liga negara top Eropa.

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pun berencana memberikan penghargaan. Mereka mengundang Van Leeuwen menghadiri acara di Embassy Club Rotterdam pada 14 Juni 1971.

Van Leeuwen beserta sang istri Geri datang dan mendapat pengakuan atas capaiannya. Panitia kemudian mempersilahkan pasangan menginap dan menyediakan kamar di Hotel Hilton Rotterdam.

Tragedi dan Penghormatan

Namun keduanya memilih pulang. Sekitar pukul 05.00 pagi di Jalan Tol 32 dekat Meppel, Van Leeuwen tertidur di belakang kemudi Mercedes putihnya. Kendaraan menerobos dan pembatas jalan dan menabrak truk di jalur seberang.

Geri ajaibnya selamat, tapi Van Leeuwen meninggal di tempat. Dia masih berusia 28 tahun. Meninggal secara tragis di usia muda hanya beberapa jam setelah mendapat penghargaan merupakan akhir pahit dalam hidup Van Leeuwen.

Sampai sekarang di luar Belanda tetap tidak banyak yang mengenal Van Leeuwen. Namun, Groningen berusaha semaksimal mungkin untuk mengenangnya.

Pihak klub dan kota mengabadikan Van Leeuwen lewat patung serta mengunakan identitasnya sebagai nama jalan dan kereta. Trofi bernama Tonny van Leeuwen kemudian diberikan bagi kiper terbaik di Eredivisie.

Teranyar, Groningen menyebut tribune utara Euroborg, tempat fans tuan rumah duduk, dengan namanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan