MotoGP 2020: Ini Kesulitan Honda Naik Podium Tanpa Marc Marquez

Tanpa Marc Marquez, Honda tak hanya kesulitan meraih kemenangan di MotoGP 2020, tetapi juga naik ke atas podium.

Diterbitkan 27 Agustus 2020, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP 2020 telah berlangsung lima seri. Namun, belum juga ada pembalap Honda yang naik podium. Ini menjadi rekor terburuk Honda. Pasalnya, baru kali ini Honda mengalaminya nyaris empat dekade.

Belum adanya pembalap Honda yang naik podium di MotoGP musim ini tak lepas dari absennya Marc Marquez. Rider asal Spanyol tersebut harus menepi sejak seri kedua usai mengalami kecelakaan hebat pada MotoGP Spanyol, 19 Juli lalu.

Dalam balapan di Sirkuit Jerez, Marc Marquez mengalami patah tulang lengah kanan bagian atas. Juara dunia MotoGP 2019 itu harus menjalani operasi, memasang 12 serta plat, dan akan menepi selama tiga bulan.

Minus Marc Marquez, Honda tak hanya kesulitan meraih kemenangan di MotoGP 2020, tapi juga naik ke atas podium. "Honda tanpa podium dalam lima balapan untuk kali pertama dalam 38 tahun," demikian artikel di situs MotoGP.com. 

Statistik Marquez

Honda sekarang tengah menjalani musim terburuk tanpa podium sejak kembali balapan di kelas primer pada 1982. Sulit dibantah jika hal tersebut salah satunya disebabkan cederanya Marc Marquez.

Seperti diketahui, Marquez sangat dominan sejak tampil di kelas primer MotoGP pada 2013 silam. Dari 128 balapan MotoGP, rider Repsol Honda tersebut meraih 95 podium, di antaranya 56 kemenangan.

Dari tujuh musim keikutsertaan di kelas primer, Marquez mengakhirinya sebagai juara dunia sebanyak enam kali.

Sejauh musim ini, pembalap Honda yang mendapat hasil terbaik adalah Takaaki Nakagami. Rider dari tim LCR Honda itu nyaris naik podium dengan finis keempat dalam MotoGP Andalusia.

Sementara Alex Marquez, adik Marc Marquez yang juga rekan setimnya di Repsol Honda, pencapaian terbaiknya adalah finis kedelapan. Stefan Bradl, rider pengganti Marc Marquez, hasil terbaiknya finis di posisi ke-17.

Sedangkan Cal Crutchlow, dari tim LCR Honda Castrol, hasil terbaiknya adalah finis ke-13 sebanyak dua kali.

 

Salah Strategi

Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai apa yang dialami Honda pada musim ini adalah imbas dari kesalahan strategi. Sebab, Honda terlalu mengandalkan Marquez.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Bencana. Tangan kanan [Cal] Crutchlow baru dioperasi dan sedang memikirkan cara beradaptasi bersama Aprilia untuk tahun depan, [Stefan] Bradl sudah lama tidak membalap, Alex Marquez terlihat seperti ayam sayur. Nakagami tidak buruk tetapi motornya tidak bisa diandalkan untuk jadi juara," kata Pernat seperti dikutip GPOne. Dia menyarankan Honda untuk fokus kepada pengembangan pembalap-pembalap muda. "Marquez menang, tetapi memberi tahu sesuatu yang kita tidak tahu." "Honda salah tidak fokus pada pembalap-pembalap muda di tim satelitnya, seperti yang dilakukan Ducati, Yamaha, KTM. HRC harus membayar kesombongannya," tegas Pernat.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan