Soetjipto Soentoro dan 5 Penyerang Terbaik Timnas Indonesia

Timnas Indonesia tidak pernah kehabisan penyerang hebat di tiap eranya.

Diterbitkan 15 Juli 2020, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Timnas Indonesiatidak pernah kehabisan penyerang hebat di tiap eranya. Mulai dari Soetjipto Soentoro hingga Boaz Solossa.

Soetjipto adalah pemegang rekor pemain tersubur dengan seragam logo Garuda di dada. Mantan pemain kelahiran Bandung, 16 Juni 1941 itu membukukan 57 gol selama lima tahun berseragam Timnas Indonesia.

Rekor tersebut bertahan sampai saat ini. Tidak satupun yang mampu memecahkannya, bahkan Bambang Pamungkas, penyerang abadi Timnas Indonesia, sekalipun.

Sebanyak 57 gol itu dicetaknya hanya dalam 68 pertandingan. Pemain yang karib dipanggil Gareng itu membela Timnas Indonesia pada kurun waktu 1965-1970.

Jika Soetjipto melambangkan penyerang berbahaya Timnas Indonesia era 1960-an, lalu siapa lagi striker mematikan yang mewakili di era lainnya? Berikut lima di antaranya:

Video

Andi Ramang (1950-an)

Pria kelahiran Barru, Sulawesi Selatan, pada 24 April 1924, merupakan pesepak bola hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Ia meraih banyak kesuksesan bersama klubnya, PSM Makassar, dulu bernama Makassar Voetbal Bond, dan juga Timnas Indonesia.

Sukses di level klub, Ramang makin berkibar di pentas internasional bersama Timnas Indonesia. Sejarah mencatat, Ramang pernah membuat kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin, pontang-panting dalam mengawal gawangnya.

Momen itu terjadi pada Olimpiade Melbourne 1956. Seperti dimuat situs FIFA, Ramang membuat bek Uni Soviet dan sang kiper, kewalahan. Indonesia pun berhasil menahan Rusia 0-0 walau akhirnya takluk 0-4 dalam laga ulangan.

Ramang melakoni debut bersama Timnas Indonesia pada 1952. Pemain yang terkenal punya kecepatan di atas rata-rata itu rutin mencetak gol sejak saat itu. Hebatnya lagi, ia mengemas 19 gol hanya dalam 6 laga.

Ia juga mencetak dua gol yang jadi perbincangan hangat via tendangan salto. Tak cukup sampai dis itu, Ramang berperan besar atas sukses Timnas Indonesia menyingkirkan China di Kualifikasi Piala Dunia 1958, menang 4-1 atas Indonesia (Asian Games 1958), dan imbang melawan Jerman Timur 2-2 pada 1959.

Ricky Yakobi (1980-an)

Semasa aktif, Ricky Yakobi merupakan striker andalan Timnas Indonesia pada era 1980-an. Ia memperkuat skuat Garuda mulai 1985 hingga 1991.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prestasi terbaik mantan pemain PSMS Medan dan Arseto Solo itu adalah membawa Tim Merah-Putih meraih medali emas SEA Games 1987. Ricky mencetak satu gol kala mengalahkan Burma (sekarang Myanmar) dengan skor 4-1 di semifinal. Dalam laga final, Timnas Indonesia menang tipis atas Malaysia via gol Ribut Waidi. Ricky dkk. berhasil memberikan medali emas SEA Games pertama bagi Indonesia dari cabang sepak bola. Satu momen yang tak terlupakan dari sosok Ricky adalah gol indahnya ke gawang Uni Emirat Arab di Asian Games 1986. Pengoleksi dua gelar top scorer Galatama membuat publik terpukau dengan dengan voli jarak jauh yang bersarang ke gawang lawan. Setelah Asian Games, Ricky menjajal peruntungan dengan bermain di luar negeri bersama klub asal Jepang, Matsushita FC (sekarang Gamba Osaka). Pria yang kini berusia 53 tahun menjadi pemain pertama yang bermain di kompetisi Negeri Sakura itu. Sayangnya, karier Ricky bersama Matshushita tidak berjalan mulus. Ia jarang turun bermain karena lebih banyak diterpa cedera. Meski begitu, Ricky pernah berujar bahwa pengalaman bermain di luar negeri membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tidak gampang menyerah.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan