Sukses

Pandemi Covid-19, Musim Ke-17 DBL Masih Tanda Tanya

Liputan6.com, Jakarta- Pandemi virus corona Covid-19 turut menganggu kompetisi bola basket antar SMA, DBL. Belum ada kepastian kapan musim ke-17 akan digelar mengingat penyebaran virus corona Covid-19 masih tinggi meski sudah memasuki New Normal.

Jika tak ada pandemi virus corona Covid-19, DBL 2020 seharusnya sudah dimulai. Namun hingga Juli ini belum diputuskan apakah musim 2020 akan tetap digelar tahun ini.

Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia sendiri berharap DBL 2020 dapat tetap digelar dengan mengutamakan protokol kesehatan. DBL Indonesia sendiri sudah menyiapkan beberapa rencana untuk menggelar musim ke-17.

"Jujur, tahun 2020 ini harapan awalnya liga DBL bakal jalan manis banget. Karena menginjak musim ke-17. Bagi anak muda, sweet seventeen harusnya istimewa. Kami punya hal besar menghadapi musim yang spesial ini. Ternyata kondisi dan situasinya harus berubah secara global akibat pandemi corona Covid-19," ungkap Azrul.

"Kami di DBL Indonesia sejak beberapa bulan lalu sudah mempersiapkan. Bahkan hingga sekarang, karyawan DBL Indonesia tetap bekerja mempersiapkan segala kemungkinan. Hanya, kami harus melihat update tiap hari bagaimana perkembangan kondisinya," sambungnya.

 

 

2 dari 4 halaman

Saran Menpora

Untuk mengetahui perkembangan olahraga di tengah pandemi virus corona Covid-19, DBL menggelar diskusi dengan Menpora Zainudin Amali Talks via Zoom Meeting, Senin (6 Juli) dengan tema "Anak Muda, Olahraga, dan Corona".

Dalam diskusi tersebut, Menpora siap membantu DBL. Berkaitan dengan kemungkinan penyelenggaraan Honda DBL musim 2020, Menpora tidak melarang. Juga belum memberi izin.

"Keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama pemerintah saat ini. Jika DBL Indonesia ingin menggelar kompetisi (Honda DBL), silakan disampaikan kepada kami perencanaan dan protokolnya. Untuk kami bantu koordinasikan dan dikaji oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar ada arahan jelasnya," papar Menpora.

3 dari 4 halaman

Keselamatan Nomor Satu

Azrul sepakat dengan Menpora, bahwa kesehatan dan keselamatan adalah nomor satu. Selain berkoordinasi dengan Kemenpora, DBL Indonesia pasti akan mengikuti arahan dari Kemendikbud.

"Karena kami juga sangat menekankan konsep student athlete, pastinya jika jadi digelar, jadwal DBL tidak boleh mendahului jadwal sekolah. Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi pula dengan Kemendikbud. Kebetulan kami juga punya hubungan yang baik dengan Bapak Mendikbud," pungkas Azrul.

DBL 2020 sedang mengodok wacana memulai kompetisi dengan menggelar ajang di daerah yang masuk kategori zona hijau terlebih dahulu. Opsi lainnya adalah penyelenggaraan DBL musim17 digeser ke 2021.

"Soal regulasi usia dan lain-lain, tidak usah khawatir. Pasti akan modifikasi- modifikasinya. Yang jelas, ketika kami menyampaikan Honda DBL akan diselenggarakan, maka detail protokol dan panduannya harus jelas. Walau liga SMA, DBL ini standarnya bisa mengalahkan liga profesional," imbuh Azrul.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: