Sukses

Baru 15 Tahun, Pebasket Papua Ini Sudah Punya Tinggi 195 Cm

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya menghasilkan pesepakbola handal, perlahan Papua mulai mencetak pebasket berbakat. Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa pebasket potensial dari Papua yang punya postur tinggi. 

Salah satunya adalah Filemon Basik Basik. Meski baru berusia 15 tahun, pemuda asal Merauke itu sudah memiliki tinggi 195 cm. Filemon dinilai memilili potensi besar di bola basket. Dia baru saja diterima di SMAN 1 Kurik, Papua untuk tahun ajaran 2020/2021 ini, lewat jalur prestasi. 

Sejak kecil Filemon yang tinggal didaerah pegunungan sangat meyukai basket. Kecintaannya pada olahraga ini sangat besar sampai-sampai ia melakukan segala cara untuk bisa menjadi atlet profesional yang dapat mengharumkan kampung halamannya dan Indonesia kelak. 

Tubuhnya yang menjulang tinggi 195 cm sebenarnya merupakan modal untuk dapat meniti karir menjadi seorang pebasket profesional. Sayangnya dengan postur tinggi besar, Filemon menemui kendala. Sulit menemukan sepatu yang pas. Maklum saja ukuran sepatunta 50. Kalaupun ada harganya mahal karena harus impor. 

Sepatu ukuran besar memang sangat jarang dijual di Indonesia. Rata-rata sepatu yang dijual di Indonesia hanya sampai ukuran 45 atau 46. 

2 dari 3 halaman

Bantuan

Mengetahui kesulitan yang tengah dihadapinya di media sosial beberapa waktu silam, PEAK produsen sepatu olahraga Internasional lewat perwakilannya di Indonesia, mengirimkan dua pasang sepatu dan kebutuhan lainnya untuk menunjang Filemon agar dia bisa menjadi pebasket masa depan yang dapat mengharumkan nama Indonesia.

"Komitmen PEAK selalu mendukung kemajuan olahraga di Indonesia, khususnya cabang basket. Kami mendengar kisah Filemon yang sangat sulit mendapatkan sepatu basket dengan ukuran kaki yang besar. Semoga setelah ia menerima sepatu dari PEAK Indonesia, ia terpacu untuk terus berlatih basket dengan serius hingga bisa bermain di Indonesian Basketball League (IBL) dan juga timnas, namun tetap yang terutama adalah memperhatikan pendidikannya." ujar Hendarto Tjai selaku Owner PEAK Indonesia dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2020).

Rona kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah Filemon saat paket tiba.Tanpa berpikir panjang, dia langsung menjajal sepatu barunya tersebut. Dia juga memeluk sepatu PEAK George Hill kuning dan PEAK Delly putih tersebut. Tidak hanya itu saja, rencananya PEAK Internasional juga akan mengirimkan sepatu basket lainnya dalam waktu dekat.

"Puji Tuhan. Terima kasih untuk Peak, juga untuk pelatih saya. Saya senang sekali mendapatkan sepatu ini. Ini adalah sepatu basket pertama saya. Saya mau jadi pebasket mengharumkan nama Papua dan juga Indonesia," ucap Filemon dalam video call yang turut disaksikan kedua orangtuanya bersama Peak Indonesia

3 dari 3 halaman

Pelatih

Saat ini Filemon sedang dibina oleh pelatih basket senior, Frans Lucky Liptiay,  yang juga merupakan Kepala Sekolah di SMAN 1 Kurik, Merauke, Papua.

"Sebenarnya masih banyak talenta-talenta di Papua yang berpostur tubuh tinggi seperti Filemon. Semoga PEAK terus bisa mensupport kebutuhan sepatu untuk adik-adik di sini yang memang sangat susah untuk bisa mendapatkan sepatu basket untuk latihan, khususnya di daerah pelosok," pungkas Lucky.