Sukses

Eks Manajer Chelsea Akui 2 Kali Gagal Gaet Timo Werner

Liputan6.com, London - Timo Werner resmi bergabung dengan Chelsea setelah klausul pembeliannya di RB Leipzig ditebus. Total sebesar 54 juta pounds harus dikeluarkan oleh the Blues untuk mendaratkan Werner di Stamford Bridge.

Namun, perlu diketahui bahwa Werner takkan langsung bergabung dengan Mason Mount dkk. Transfer ini baru berlaku saat musim 2019/20 benar-benar rampung, yang artinya bisa terwujud pasca Liga Champions selesai.

Wajar bila Chelsea rela merogoh kocek lebih untuk Werner. Sebab seperti yang diketahui, Werner sudah mencetak total 34 gol dari 45 penampilannya di semua kompetisi bersama Leipzig musim ini.

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Chelsea sudah mengejar Werner sejak lama. Bahkan mereka telah melakukan pendekatan sebanyak dua kali. Roberto Di Matteo, yang pernah melatih Chelsea, mengungkap informasi tersebut.

Tetapi, perlu diketahui bahwa ia mencoba merekrutnya saat sudah tidak menukangi the Blues. Di Matteo sendiri harus berpisah dengan Chelsea pada tahun 2012.

 

 

2 dari 3 halaman

Komentar Di Matteo

"Saat saya melatih Schalke, dia baru memperkuat Stuttgart. Pada bagian kedua di musim itu, sebelum saya pergi, saya punya rencana dengan Direktur Olahraga," ujarnya di situs resmi Chelsea.

"Saya berkata bahwa saya ingin merekrut orang ini, dia bagus. Dia muda, cepat, dan bagus secara teknik. Saya bilang 'bisakah kita merekrut Timo?' lanjutnya.

Schalke gagal merekrut Werner. Namun Di Matteo pantang menyerah. Ia kembali melakukan pendekatan saat Stuttgart terdegradasi, dan kala itu Di Matteo sedang menukangi Aston Villa.

"Stuttgart, satu musim setelahnya, mereka terdegradasi, dan saya mencoba untuk merekrutnya lagi. Namun kemudian Leipzig merekrutnya," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Harapan Di Matteo

Harapan Di Matteo, yang berhasil membawa Chelsea juara Liga Champions tahun 2012, terhadap Werner sangat tinggi. Ia percaya bahwa Werner akan bersinar di musim perdananya bersama mantan klub asuhannya tersebut.

"Dia adalah pencetak gol, dia mencetak gol, jadi dia bisa menjamin gol dalam jumlah tertentu untuk tim, yang di mana itu bagus, dan dia juga memiliki kecepatan."

Sumber: Goal Internasional

Disadur dari: Bola.com (penulis Yaumil Azis, published 28/6/2020)