Menyimak Perjalanan Karier Andritany Ardhiyasa dalam Angka, Kiper Andalan Persija

Iwan memplot Andritany sebagai kiper utama Persija pada 2013. Sial bagi dirinya, gajinya sempat tidak dibayarkan tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut.

Diterbitkan 24 Juni 2020, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Andritany Ardhiyasa merupakan kiper andalan Persija Jakarta saat ini. Namun perjalanan karier kiper timnas Indonesia itu juga mengalami pasang surut.

Andritany memulai kariernya bersama Persik Kuningan pada 2007, setelah menimba ilmu di Diklat Ragunan, SSB Asiop, dan Diklat Persib. Saat berusia 18 tahun pada 2009, dia direkrut oleh Sriwijaya FC sebagai kiper ketiga.

Semusim di Sriwijaya FC, Andritany memilih untuk membela klub kampung halamannya, Persija. Dia dijadikan penjaga gawang ketiga setelah Hendro Kartiko dan Jendri Pitoy pada 2010-2011.

Butuh waktu sekitar tiga tahun bagi Andritany untuk merebut posisi utama di Persija. Setelah era Hendro dan Jendri selesai, dia harus berbagi tempat dengan Galih Sudaryono semasa masih ditangani Iwan Setiawan.

Iwan memplot Andritany sebagai kiper utama Persija pada 2013. Sial bagi dirinya, gajinya sempat tidak dibayarkan tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut. Alhasil, dia absen membela Persija selama putaran pertama dan baru bergabung pada pertengahan musim.

"Saya hampir saja benar-benar meninggalkan Persija pada 2013 karena pertimbangan masalah finansial yang hampir selalu menjadi kendala ketika itu," ujar Andritany dinukil dari laman pribadinya.

Celakanya setelah bergabung pada putaran kedua, gaji Andritany masih saja ditunggak Persija. Dia bahkan menagih manajemen untuk melunasinya pada akhir musim 2013.

"Sriwijaya FC dan Persebaya adalah dua tim yang sudah saya tolak tawarannya. Karena saya masih menunggu kabar baik dari manajemen Persija untuk segera melunasi tunggakan gaji yang kembali dijanjikan diselesaikan medio pertengahan November 2013," tutur Andritany pada November 2013.

"Bahkan untuk pemain-pemain lain mungkin kisaran waktunya lebih lama, sekitar 5-6 bulan, karena saya sendiri baru bergabung di putaran kedua," kata kiper andalan Persija itu menambahkan.

Setia dan Juara di Persija

Kemarut kondisi finansial Persija tidak membuat Andritany kapok. Saking cintanya, dia memilih untuk bertahan di Persija pada 2014. Kesetiaan Andritany berbuah hasil. Penjaga gawang berusia 28 tahun ini sukses meraih trofi pertamanya bersama tim ibu kota pada 2018.

Manisnya, Andritany mengangkat trofi Liga 1 2018 dengan status sebagai kapten tim. Setelah bertahun-tahun ban kapten melingkar di lengan Ismed Sofyan, sejak musim itu, adik dari bek Bhayangkara FC, Indra Kahfi tersebut yang mengembannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sebelum pertandingan pamungkas Liga 1 2018 bersama Mitra Kukar, Andritany mengibaratkan penantian selama 17 tahun suporter timnya, The Jakmania, akan segera terbayarkan. "Jadi semoga Persija mendapatkan trofi. Tidak jauh berbeda dengan anak yang lahir pada 2001 pasti sangat-sangat bahagia saat mendapat KTP. Kami optimistis mengakhiri laga dengan kemenangan. Saya sangat menggebu-gebu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami ingin mendapatkan hasil yang kami idam-idamkan. Sudah terlalu lama The Jakmania menunggu gelar juara," ucap Andritany medio Desember 2018. Bagaimana menggambarkan perjalanan karier kiper andalan Persija, Andritany Ardhiyasa dalam angka? Berikut ringkasannya:

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Adyaksa Vidi, Gregah NurikhsaniTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan