6 Alasan Mengapa Fans MotoGP Masih Idolakan Valentino Rossi

Mengapa Valentino Rossi masih mendapat dukungan gila-gilaan di MotoGP walaupun usianya tak lagi muda dan prestasinya menurun?

Diterbitkan 11 Juni 2020, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Valentino Rossi pantas disebut legenda hidup MotoGP. Pasalnya, pembalap Italia itu telah berkiprah di ajang MotoGP selama kurang lebih 20 tahun.

Pembalap telah berganti dari generasi ke generasi, tapi Valentino Rossi masih bertahan. Pada usia yang telah mencapai 41 tahun, Rossi masih bersaing di sirkuit dari pekan ke pekan dengan gairah yang meluap-luap. 

Padahal rekan seangkatannya semuanya telah pensiun, menikmati hari-harinya sebagai masyarakat umum, berbisnis, atau menjadi komentator. Rossi malah memilih jalan yang terjal, dengan bersaing melawan pembalap-pembalap yang jauh lebih muda daripada dirinya. 

Rossi bisa dibilang salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP. Ia telah mengantongi sembilan gelar juara dunia di berbagai kategori. 

Namun, ada kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Sudah lebih dari satu dekade ia tidak merasakan manisnya gelar juara dunia. 

Meski begitu Rossi belum ingin berhenti. Dia masih membalap di MotoGP 2020, yang belum juga bergulir karena pandemi virus corona. The Doctor juga memberikan sinyal masih ingin membalap pada musim 2021 meskipun kemungkinan harus memperkuat tim satelit Yamaha. 

Tahun lalu Rossi hanya finis di peringkat keenam klasemen akhir MotoGP. Meski begitu fans MotoGP masih ingin melihatnya membalap pada 2020, bahkan 2021. 

Mengapa masih banyak fans MotoGP yang masih tergila-gila terhadap Valentino Rossi meskipun prestasinya tak semoncer dulu? Berikut enam alasannya seperti dilansir BBC. 

1. Rossi Masih Punya Gairah Besar untuk Balapan, walaupun Tak Sesukses Dulu

Valentino Rossi sangat mengesankan pada sembilan musim pertama di MotoGP (2002-2010) dengan memenangi enam gelar juara dunia, termasuk empat kali beruntun pada 2002-2005. Tapi, Rossi hanya finis ketujuh pada MotoGP 2019.

Namun, yang istimewa dari Rossi, gairahnya masih menggebu-gebu di setiap balapan. Padahal usianya sudah tak lagi muda dan tak sekompetitif dulu.

Bahkan ketika cedera parah, The Doctor tak menyerah. Salah satu yang diingat adalah dia membalap pada MotoGP Aragon 2017, hanya 21 hari setelah mengalami patah tulang kaki dan perlu kruk untuk berjalan. Ia finis kelima pada balapan itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Direktur fan club resmi Rossi, Flavio Fratesi, mengatakan semangat The Doctor yang menggebu-gebu itu membuat fans tetap mengaguminya. "Bahkan setelah memenangi segalanya dan setelah bertahun-tahun, Valentino masih berlatih dan membalap dengan gairah dan energi yang sama seperti di awal kariernya," ujar Fratesi. "Meskipun tak banyak menang dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang tetap mencintainya dan mengikutinya karena sekarang ia menjadi simbol fundamental dari olahraga ini," imbuh dia.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan