Sukses

Soal Tewasnya George Floyd, Striker Manchester City Sebut Rasisme Masalah Lama

Liputan6.com, Manchester - Striker Manchester City, Gabriel Jesus ikut buka suara soal rasisme yang sedang menjadi perbincangan. Ia menyebut orang-orang yang rasis tidak punya otak.

"Tidak semua orang rasis, mayoritas tidak. Tetpai banyak orang rasis dan sepertinya mereka tidak punya otak," kata Jesus seperti dilansir Sportskeeda.

Isu rasisme ramai diperbincangkan setelah kasus George Floyd di Amerika Serikat (AS). Floyd merupakan pria kulit hitam yang tewas karena ulah polisi di wilayah Minneapolis.

Tewasnya George Floyd mengundang protes tidak hanya di AS. Publik dunia ramai-ramai menggaungkan tagar Black Lives Matter sebagai protes terhadap rasisme.

Menurut Jesus, rasisme bukanlah masalah baru di dunia. Pemain asal Brasil itu menyebut, kasus yang menimpa Floyd merupakan fenomena gunung es.

"Rasisme tidak mulai dalam beberapa hari ini saja. Jadi orang-orang merasa, mereka telah muak dan kemudian meledak," kata Jesus.

 

2 dari 3 halaman

Menolak Kekerasan

Kendati mendukung kampanye anti-rasis, Jesus menolak jika protes dan demonstrasi berujung perusakan. Menurutnya, protes dan demo anti-rasis dapat berlangsung damai.

"Saya menentang kekerasan atau apapun bentuknya. Saya mendukung protes yang damai dan ketika kita bilang Black Lives Matter, kita juga harus membaca dan mengerti makna di belakangnya," kata Jesus.

3 dari 3 halaman

Bukan Hanya Kulit Hitam

Lebih lanjut, Jesus juga menilai tagar Black Lives Matter bukan berarti hanya orang kulit hitam yang harus diperhatikan. Namun ia menilai dibanding yang lain, orang-orang kulit hitam paling menderita terkait rasisme.

"Kami tidak sedang mengatakan hidup orang lain tidak berharga. Tetpai kami mengatakan bahwa hidup orang-orang kulit hitam yang mengalami rasisme itu berharga," katanya.