Sukses

Djanur: Shopee Liga 1 Bisa Contoh Bundesliga

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, ingin jika kompetis Shopee Liga 1 Indonesia kembali dilanjutkan, maka bisa mencontoh Bundesliga Jerman yang telah menerapkan protokol kesehatan serta penyesuaian-penyesuaian di lapangan agar terhindar dari risiko penularan Corona Covid-19.

"Saya memantau liga luar juga, misalnya Liga Jerman baru mulai beberapa hari yang lalu. Saya lihat agak berbeda ya, tak seperti main bola yang dalam kondisi normal, tapi apapun itu kesehatan tetap nomor satu. Mungkin jika Shopee Liga 1 dilanjutkan juga bisa seperti itu," kata Djanur itu dalam laman resmi klub.

Adapun penyesuaian yang dimaksud yakni tidak boleh penonton berada di dalam stadion. Tak boleh bersalaman antara para pemain sebelum kick off dan sesi foto bersama tim. Maskot-maskot tim serta anak gawang kini juga dilarang mendampingi tim saat mereka memasuki lapangan.

Kemudian di tepi lapangan, para pemain cadangan kini harus duduk dengan berjarak dua meter. Keharusan lain adalah harus mengenakan masker saat bersiaga di bangku pemain pengganti.

Para pelatih diizinkan melepaskan maskernya untuk meneriakkan instruksi kepada para pemain di lapangan, namun mereka harus berjarak minimal 1,5 meter dari orang terdekatnya.

2 dari 3 halaman

Sikap Barito

Barito sendiri dalam rapat virtual bersama PSSI mengambil sikap yakni liga dihentikan dan berbenah untuk kompetisi dengan format baru saat pandemi COVID-19 di Tanah Air mereda.

Meski begitu, Djanur mengungkapkan apapun keputusan yang akan diambil mengenai nasib kompetisi, pihaknya akan mengikuti seluruh instruksi.

"Semua keputusan ada di federasi PSSI. Kalau BNPB mencabut status darurat, maka PSSI juga akan membuat surat keputusan yang sama. Kita masih menunggu sinyal dari BNPB, setelah itu PSSI akan meeting, jadi kita tunggu saja," kata dia.

3 dari 3 halaman

Klasemen Shopee Liga 1