Starting XI Terbaik Juventus pada Era Andrea Agnelli

Di bawah kepemimpinan Andrea Agnelli, Juventus berhasil mendatangkan sejumlah pemain bintang.

Diterbitkan 28 Mei 2020, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bek tengah: Andrea Barzagli

Transfer Barzagli dari VfL Wolfsburg merupakan satu di antara kebijakan transfer terbaik Juventus di era Agnelli. Kariernya terus melonjak sejak transfer tersebut.

Andrea Barzagli jadi figur penting dalam pertahanan I Bianconeri, dengan 281 penampilan di semua kompetisi.

Barzagli memutuskan pensiun pada 2019 lalu. Dia sempat dipercaya jadi staf pelatih defensif Juve di bawah Maurizio Sarri, tetapi baru-baru ini memilih mundur.

Bek tengah: Leonardo Bonucci

Bonucci sempat dikritik keras saat memutuskan hengkang ke AC Milan pada 2017 lalu. Kabarnya Leonardo Bonucci pergi dari Juventus karena berselisih dengan Massimiliano Allegri, setelah kegagalan di final Liga Champions 2017.

Sayangnya, karier Bonucci di Milan singkat dan buruk. Dia hanya bertahan satu musim di AC Milan. Meski transfer ini masih menyebalkan bagi sebagian besar fans Juve, kontribusi Bonucci dalam 10 tahun terakhir tidak bisa diabaikan.

Bek kanan: Stephan Lichsteiner

Lichsteiner mungkin merupakan satu di antara pemain yang paling diremehkan selama mengenakan kostum Juventus. Padahal peran dan kontribusinya sangat besar.

Dia pindah dari Lazio pada awal musim 2011 dan selalu tampil konsisten sejak saat itu. Mungkin Lichsteiner adalah satu di antara bek sayap paling energik yang pernah dimiliki Juventus.

Dia bisa menyesuaikan diri pada perubahan formasi. Entah 3-5-2 atau 4-3-1-2, dia selalu bisa diandalkan bermain apik.

Gelandang tengah kiri: Arturo Vidal

Banteng di lapangan, Vidal tampil dominan untuk Juventus pada rentang 2011-2015. Mungkin perannya dipandang sebelah mata karena hanya soal merusak permainan lawan. Tetapi sebenarnya, Vidal memikul beban penting.

Pasalnya, dia adalah pemain-pemain kreatif seperti Andrea Pirlo dan Paul Pogba bisa bebas berkreasi. Terlebih, Vidal juga terbukti bisa mencetak gol-gol penting, tidak hanya menjegal lawan.

Gelandang tengah: Andrea Pirlo

Mungkin merupakan maestro lini tengah terbaik dalam sejarah sepak bola Italia, Andrea Pirlo tiba di Juventus pada musim panas 2011.

Pirlo adalah otak permainan Juventus. Dia melakukan segala hal penting dari lini tengah, memberikan umpan-umpan kunci yang mengejutkan bek-bek lawan.

Pirlo meraih empat gelar Serie A, satu Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana bersama Juventus. Entah apa alasan AC Milan membiarkan Andrea Pirlo pergi secara cuma-cuma.

Gelandang sentral kanan: Claudio Marchisio

Claudio Marchisio merupakan satu di antara produk terbaik akademi Juventus. Dia benar-benar menjunjung tinggi nama klub. Mungkin tidak ada pemain yang berjuang demi Juve sebesar Marchisio.

Gelandang asal Italia itu selalu menjadi andalan Antonio Conte pada musim pertamanya. Marchisio punya energi luar biasa, konstan, tangguh, dan bisa memimpin tim.

Gelandang serang: Paulo Dybala

Karier Dybala tidak selalu mulus. Tetapi, peran Paulo Dybala jelas sangat penting. Dia bahkan merupakan satu di antara pemain terbaik dalam skuat Juventus saat ini.

Kedatangan Cristiano Ronaldo sempat menyulitkan Dybala, khususnya di era Massimiliano Allegri. Untungnya sekarang Maurizio Sarri cenderung memainkan dua pemain top ini bersamaan.

Dybala jelas masih punya waktu untuk terus berjuang membuktikan kualitasnya bersama Juve.

Striker: Cristiano Ronaldo

Meski belum genap dua musim, rasanya sulit mencoret Cristiano Ronaldo dari daftar ini. Kedatangannya adalah bukti ketegasan Juventus dalam usaha menjuarai Liga Champions, trofi impian mereka.

Kehadiran Ronaldo langsung membawa dampak instan. Tidak hanya soal perkembangan permainan tim di lapangan, dia juga mendatangkan sponsor dan berbagai sumber finansial lainnya.

Sekarang Ronaldo sudah berusia 35 tahun. Namun, kemampuan dan ancamannya masih menakutkan untuk bek-bek lawan.

Striker: Carlos Tevez

Carlos Tevez jadi pemain penting Juventus setelah didatangkan dari Manchester City pada 2013 lalu. Dia pencetak gol luar biasa, dengan keterampilan dan keberanian yang dibutuhkan Juventus pada saat itu.

Tevez mencetak 50 gol dalam 95 pertandingan untuk Juve. Dia berperan penting dalam membantu I Bianconeri mencapai final Liga Champions 2015, sayangnya kalah di hadapan Barcelona.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Rizki Hidayat, published 28/5/2020)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rizki Hidayat, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan