Nasib 7 Pemain yang Tinggalkan Juventus karena Calciopoli

Siapa saja pemain yang pergi dari Juventus saat badai Calciopoli? Bagaimana jalan karier mereka di klub baru?

Diterbitkan 20 Mei 2020, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Turin - Juventus pernah diterpa skandal paling memalukan dalam sejarah sepak bola di Italia. Skandal tersebut dikenal dengan sebutan Calciopoli. 

Hanya dua bulan setelah menjuarai Serie A musim 2005-2006, Juventus secara memalukan terdegradasi ke kasta kedua setelah terbukti terlibat pada kasus pengaturan pertandingan.

Skandal ini lebih populer dikenal sebagai Calciopoli. Tidak hanya terdegradasi, Juve juga kehilangan gelar scudetto musim 2004-2005 dan 2005-2006. Saat itu, sepak bola Italia bersembunyi malu dari dunia.

Merosot ke Serie B jelas jadi pukulan besar. Skuad Juve berlimpahan bintang seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Patrick Vieira, Pavel Nedved, dan Zlatan Ibrahimovic. Plus ada nama Fabio Capello di kursi pelatih.

Degradasi jadi jalan keluar pemain-pemain bintang tersebut, meski masih ada sebagian yang bertahan. Mereka yang setia termasuk Buffon, Giorgio Chiellini, Nedved, Mauro Camoranesi, Alessandro Del Piero, dan David Trezeguet.

Kesetiaan itu mungkin terbayar lunas, pada akhirnya Juve berhasil bangkit ke Serie A dalam waktu singkat. Namun, tetap saja kepergian sejumlah pemain bintang mereka jadi noda besar.

Siapa saja pemain yang pergi dari Juventus? Bagaimana jalan karier mereka di klub baru? Mengutip Squawka, baca selengkapnya di bawah ini. 

 

1. Zlatan Ibrahimovic  

Gabung: Inter Milan

Apakah sukses? Ya

Kala itu Ibrahimovic dikenal sebagai salah satu striker muda terbaik, meski hanya bisa mencetak tujuh gol dalam 35 pertandingan Serie A di musim sebelumnya. Melihat situasi sulit Juve, Inter bergerak cepat untuk mendapatkan Ibra.

Transfer ini terbukti jitu. Ibra punya tempat untuk berkembang, Inter punya striker masa depan yang bisa diandalkan.

 

2. Emerson

Gabung: Real Madrid

Apakah sukses? Tidak

Emerson bekerja di bawah Capello di Roma dan Juventus, lalu kembali bekerja sama di Real Madrid. Namun, hubungan keduanya memburuk, entah karena alasan apa.

Sebenarnya Emerson tampil cukup baik, pernah membantu Madrid menjuarai La Liga. Namun, dia tidak benar-benar mendapatkan tempat di sana.

— Marco Messina (@Marcocalcio22) February 13, 2015

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan