Kabar 5 Titisan Zinedine Zidane, Karim Benzema Koleksi Gelar Lebih Banyak

Ada lima pemain Prancis yang diprediksi menjadi The Next Zinedine Zidane. Seperti apa nasib mereka sekarang?

Diterbitkan 04 Mei 2020, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Zinedine Zidane sempat menjadi dewa di Prancis. Sosok keturunan Aljazair itu dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Negeri Anggur sepanjang masa. 

Dengan teknik mumpuni, Zinedine Zidane bergelimang gelar ketika masih menjadi pemain setelah memperkuat Juventus dan Real Madrid. Dia juga berjaya bersama Timnas Prancis. 

Karier Zinedine Zidane makin sempurna karena juga moncer saat bertransformasi menjadi pelatih. Zidane mempersembahkan tiga gelar Liga Champions untuk Real Madrid. 

Ketika Zidane pensiun, Prancis sangat kehilangan. Pencarian penerus sang pemain terus berlangsung. 

Talenta-talenta terbaik Prancis kerap menanggung beban berat karena dilabeli the next Zidane. Menyandang julukan itu benar-benar tantangan sulit.  

Berikut ini lima pemain Prancis yang pernah dijuluki titisan Zinedine Zidane, seperti dilansir Planet Football, dan bagaimana nasibnya sekarang.  

1. Mourad Meghni

Gara-gara performanya bersama Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia U-17 dan sama-sama berdarah Aljazair, Meghni dilabeli "The Next Zidane". 

Sebelum menjalani debut seniornya, Meghni pindah dari Prancis ke Italia dengan meninggalkan Cannes menuju Bologna. Tetapi, ia gagal tampil konsisten buat Bologna maupun berikutnya di Lazio. Ia hanya menjadi pemain cadangan yang tak dimainkan ketika Lazio menjuarai Copa Italia 2009. Itu satu-satunya gelar sepanjang kariernya. 

Setelah mengubah kewarganegaraan menjadi Aljazair pada 2009, ia pindah ke Qatar dua tahun berselang. Tapi, ia tak lagi memiliki klub sejak meninggalkan klub Aljazair, CS Constantine, pada 2017. 

2. Bruno Cheyrou

"Saya tak membuat perbandingan dengan Zidane secara sembarangan," kata Gerard Houllier tentang keputusannya menggaet Cheyrou ke Liverpool dari Lille pada 2002.

"Bruno punya jenis sentuhan dan gaya yang dimiliki Zidane. Ada banyak kesamaan antara keduanya ketika mereka menguasai bola."

"Bedanya Zidane sudah berusia 30 tahun dan kaya pengalaman, sedangkan Bruno baru 24 tahun dan baru sekali bermain di luar negeri," imbuh Houllier.

Ternyata perbedaannya bukan sekadar pengalaman dan usia. Cheyrou hanya bermain 48 kali untuk The Reds di semua ajang kompetisi dan tak impresif. Sang pemain kemudian pindah ke Bordeaux kemudian Marseille dengan status pinjaman. Dia menghabiskan hampir sebagian besar kariernya di Ligue 1.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Yoann Gourcuff juga pernah dijuluki Zidane baru karena memiliki gaya bermain yang mirip dengan legenda hidup sepak bola Prancis itu. Karier Gourcuff tampak bakal cerah ketika pindah dari Rennes ke AC Milan pada 2006.  Selama dua tahun di San Siro, Gourcouff menghadapi kenyataan sulit menggeser Kaka.  Setelah kembali Prancis untuk memperkuat Boedeaux pada 2008, ia mulai bangkit, dengan memenangi gelar Pemain Ligue 1. Gelar itu didapatnya setelah memotori keberhasilan Bordeaux meraih gelar ganda di liga dan Piala Prancis. L'Equipe langsung menjulukinya The Next Zidane.  "Saya yang merasa sakit ketika Zidane pensiun, kini merasa terobati melihat Gourcuff bermain," kata mantan pemain Timnas Prancis, Christophe Dugarry. Tapi, ia tampil buruk di Timnas Prancis pada Piala Dunia 2010 dan diusur keluar lapangan pada menit ke-25. Kelakuannya juga menjadi sorotan setelah gagal bersinar saat pindah ke Lyon pada 2010. Di klub tersebut dia bermasalah dengan performa dan kebugaran.   Meskipun masih berusia 33 tahun, Gourcuff sudah tidak memiliki klub sejak meninggalkan Dijon pada Januari 2019. 

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan