Deretan Orang Kaya Indonesia yang Miliki Klub Bola Luar Negeri, Ada Erick Thohir

Berikut ini orang-orang kaya Indonesia yang memiliki, atau pernah memiliki saham di klub-klub luar negeri.

Diterbitkan 01 Mei 2020, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Suntikan dana dari duo Djarum itu tak lepas dari usaha Como yang tengah bangkit pada 2017 pasca dinyatakan bangkrut pada 2004. Padahal, pada musim 2002-2003, mereka sempat merasakan atmosfer Serie A.

Santini Group - Tranmere Rovers

Santini Group merupakan perusahaan Indonesia yang dimiliki oleh Wandi, Lukito, dan Paulus Wanandi. Ketiganya memutuskan untuk membeli saham klub League One, Tranmere Rovers pada 2019 silam.

Dikutip dari laman resmi klub, meski tidak dijelaskan berapa besaran saham atau uang yang dikeluarkan untuk membeli Tranmere Rovers, Santini Group menguasai saham mayoritas klub Inggris tersebut.

 

Imam Arif - Leicester City

Juara Premier League 2015-2016, Leicester City juga pernah dimiliki oleh Imam Arif, seorang pengusaha Indonesia. Pada 2011 silam, ia memiliki 20 persen saham klub.

Namun, usia kepemilikan tidak berlangsung lama. Hanya setahun, ia melepas seluruh sahamnya kepada pengusaha asal Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha, yang juga pemilik King Power, sponsor utama Leicester.

 

Bakrie Group - CS Vise, Brisbane Roar

Bakrie Group sempat menguasai klub asal Belgia, CS Vise pada 2011. Beberapa pesepak bola Indonesia seperti Alfin Tuasalamony, Syamsir Alam, Yericho Christiantoko, dan Yandi Sofyan pernah berguru di sana.

Namun, pada 13 Mei 2014, Bakrie Group menjual seluruh sahamnya kepada investor asal Inggris karena masalah finansial.

Bakrie Group menempatkan putra sulung Nirwan Dermawan Bakrie yakni Andika Nuraga Bakrie sebagai Presiden klub. Sedangkan posisi Wakil Presiden klub ditempati oleh Rahim Soekasah.

Selain Vise, Bakrie Group juga sempat mengakuisisi Brisbane Roar, klub asal Australia. Namun, klub tersebut juga akhirnya dijual kembali. Persoalannya pun serupa, yakni finansial.

Indikasi ke arah sana terlihat dengan keterlambatan pembayaran gaji selama dua minggu yang dialami pemain dan staf pada Juni 2015.

Selama empat tahun menguasai Brisbane, Grup Bakrie sudah menggelontorkan uang hingga sembilan juta dolar AS namun hal itu tidak dibarengi prestasi yang memuaskan.

"Nirwan Bakrie sudah setuju untuk menjual Brisbane Roar dalam sebuah kesepakatan yang bisa menjamin para kreditur dibayar serta stabilitas dipulihkan," kata Chris Fong, mantan ketua Brisbane Roar kepada media seperti dilansir The World Game.

 

Sihar Sitorus - FC Verbroedering Dender

Tokoh sepak bola nasional, Sihar Sitorus pada Februari 2018 lalu memberikan pernyataan mengejutkan seputar keberhasilannya membeli klub Eropa. Namun, ketika itu Sihar enggan menyebut secara spesifik nama dan liga di mana klub tersebut bermain.

Pada Jumat (23/6/2018), barulah Sihar Sitorus untuk pertama kalinya menyebut nama klub Belgia miliknya pada acara konferensi pers talent scouting bertajuk Bola.com From North Sumatra to Belgium di salah satu hotel mewah di Medan.

Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI itu mengaku membeli FC Verbroedering Dender, klub kasta ketiga di Liga Belgia itu karena sesuai dengan visi dan misinya memajukan sepak bola nasional.

"Pertama, saya melihatnya ini dari suatu proses rangkaian yang lengkap. Saya ingin mereka memiliki pembinaan usia muda yang baik, kompetisinya juga bagus, dan memiliki reputasi di liga-liga besar di luar Belgia," kata Sihar Sitorus kepada Bola.com di Medan, Minggu (24/6/2018).

"Kedua, mereka memiliki kebijakan imigrasi yang lebih kondusif, lebih menarik dari negara lain. Ketiga, mereka merupakan negara sepak bola," ucap Sihar Sitorus.

Disadur dari Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan