Penjualan Newcastle ke Pangeran Arab Dianggap Bakal Merusak Citra Premier League

Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, berniat menguasai saham Newcastle United lewat Badan Pendanaan Investasi Publik.

Diterbitkan 29 April 2020, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Calon Klub Kaya Raya

Proses pembelian Newcastle United dari tangan pemilik sebelumnya, Mike Ashley memang melibatkan banyak pihak. Salah satunya adalah pengusaha asal Inggris, Amanda Staveley dari PCP Capital Partners. Staveley tidak bergerak sendiri. Wanita 47 tahun itu juga disebut-sebut mendapat dukungan dana dari Badan Pendanaan Investasi Publik, Arab Saudi yang diberikan lewat grup konsorsium.

Pembelian ini nantinya akan memungkinkan Mohammed bin Salman menguasai sekitar 80 persen saham The Magpies. Sementara Yasir El-Rumayyan, salah satu sosok yang paling berpengaruh pada keluarga kerajaan rencananya bakal ditempatkan sebagai pemimpin baru The Magpies.

Newcastle United sendiri akhirnya dilepas dengan harga 300 miliar pound sterling. Angka ini mengalahkan pembelian Manchesetr City sebesar 260 juta pounds yang dilakukan Sheikh Mansour 2008 lalu. Saat itu, pengusaha Staveley juga berada di balik proses negosiasi The Citizens.

Dengan dukungan dana yang besar, Newcastle pun digadang-gadang menjadi salah satu tim super kaya di Liga Inggris. Suntikan dana seperti yang diterima Manchester City sebelumnya bakal memberi perubahan bagi kekuatan The Magpies dengan kehadiran pemain-pemain bintang ke depannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan