Deretan Momen Terburuk di MotoGP Musim 2016

Pada MotoGP 2016 terjadi begitu banyak momen dalam persaingan menjadi yang terbaik.

Diterbitkan 09 April 2020, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gagal finis membuat Valentino Rossi tak kuasa menyapa para penggemarnya di podium seperti yang sudah menjadi tradisi di Mugello. Ini merupakan pertama kalinya dalam 10 tahun Rossi dua kali gagal finis pada enam balapan pertama. Rossi juga belum pernah dua kali tak dapat poin dalam semusim sejak 2011.

Terakhir kali mesin motor Yamaha jebol saat balapan adalah pada 2012 di Indianapolis, AS. Kala itu, Ben Spies yang jadi korban.

Mesin motor Jorge Lorenzo sebenarnya juga bermasalah. Namun, dia beruntung karena mesin motornya jebol saat pemanasan, kemudian saat balapan tak mengalami masalah apapun dan akhirnya menjadi pemenang.

3. Iannone Tabrak Lorenzo di Sirkuit Katalunya

Jorge Lorenzo benar-benar mengalami hari yang buruk di MotoGP Katalunya. Saat balapan menyisakan 8 lap lagi, pembalap berusia 29 tahun tersebut terjatuh setelah ditabrak Andrea Iannone saat hendak menikung.

Iannone terus menempel X-Fuera dalam perebutan tempat kelima pada GP Catalunya. Keduanya pun harus keluar dari balapan. Insiden tersebut menjadi kegagalan keempat Iannone merampungkan balapan dalam tujuh seri pertama MotoGP 2016.

Ini jadi insiden kontroversial kedua yang melibatkan Iannone. Sebelumnya, dia menabrak rekan setimnya, Andrea Iannone di MotoGP Argentina.

"Tak bisa dipercaya Iannone membuat kesalahan lagi dan ketika melakukannya, alih-alih bilang 'maaf', dia malah bertanya apakah saya mengalami masalah mesin atau ada sesuatu yang aneh terjadi di tikungan ini," kata Lorenzo.

4. Ban Motor Scott Redding Meletus di Argentina

Insiden fatal terjadi pada sesi latihan bebas keempat MotoGP Argentina, Sabtu (2/4/2016). Ban belakang motor yang dikemudikan pembalap Pramac Ducati, Scott Redding, meledak saat melaju di tikungan enam. Beruntung, Redding dapat menjaga keseimbangan motor hingga di pinggir lintasan.

Insiden itu membuat Race Direction dan Michelin turun tangan memeriksa ban yang meletus tersebut. Hasilnya, Michelin membatalkan penggunaan dua jenis kompon ban belakang yang akan digunakan pada balapan sehari berselang.

Hanya ban jenis medium yang lebih keras yang boleh dipakai pada balapan. Keputusan itu diambil dengan alasan faktor keamanan.

5. Rossi dan Lorenzo Gagal Finis di Motegi

Setiap fans netral atau penggemar pasti menginginkan pacuan titel juara dunia berlangsung hingga seri terakhir. Jadi, insiden di MotoGP Jepang di Motegi mengecewakan bagi semua orang, kecuali Marc Marquez dan fans Honda.

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo gagal memaksakan perebutan gelar juara dunia MotoGP berlangsung hingga seri terakhir. Mereka malah sama-sama terjatuh pada balapan di Motegi, sekaligus membantu Marquez mengunci gelar juara dunia MotoGP 2016.

Kemenangan Marquez ini terasa terlalu cepat karena masih ada tiga balapan tersisa, yaitu di Phillip Island (Australia), Sepang (Malaysia), dan Valencia (Spanyol).

6. Marquez Terjatuh di Austria

Marc Marquez mengalami kecelakaan pada tikungan ketiga Sirkuit Red Bull Ring, saat sesi latihan ketiga MotoGP Austria, Sabtu (13/8/2016). Setelah insiden itu, pembalap berusia 23 tahun tersebut tampak kesakitan memegang bahu kirinya.

Marquez pun langsung dibawa ke garasi untuk menjalani pemeriksaan awal. Dia divonis mengalami diskolasi bahu kiri akibat kecelakaan tersebut.

Honda pun langsung mengirimkan Marquez ke Rumah Sakit Leoben untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim tentu tak ingin berspekulasi soal nasib pembalap andalannya itu.

Beruntung, Marquez ternyata tak mengalami cedera dan bisa mengikuti sesi kualifikasi dan balapan. Jika mengalami cedera serius, insiden itu bisa merusak ambisi Marquez memenangi titel juara dunia MotoGP 2016.

Disadur dari Bola.com (penulis Hendry Wibowo, Published 9/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Hendry Wibowo, Thomas, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan