Perangi Covid-19, Pahami 5 Hal Ini Agar Penyemprotan Disinfektan Tak Jadi Petaka

Penyemprotan disinfektan marak di tengah pandemi global virus corona Covid-19, amankah untuk kulit?

Diterbitkan 30 Maret 2020, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Penyemprotan cairan disinfektan tengah marak dilakukan di tengah pandemi global virus Corona Covid-19. Tidak hanya oleh instansi resmi, warga juga berlomba-lomba melakukannya secara mandiri.

Penyemprotan sebagian besar menyasar tempat-tempat umum dan lokasi yang dianggap rentan sebagai media penularan virus Corona Covid-19, seperti pasar, perkantoran, hingga sarana transportasi. Namun belakangan, tidak sedikit juga yang menyemprotkannya ke tubuh manusia.

Di sejumlah perumahan, kehadiran bilik disinfeksi juga semakin mudah ditemukan. Selain bagi kendaraan, cairan disinfektan juga disemprotkan kepada warga maupun tamu yang masuk.

Lalu seberapa amankah penggunaan cairan disinfektan ini bagi manusia?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sebenarnya tidak merekomendasikan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia. Lewat akun media sosialnya, WHO juga menyampaikan resiko penyalahgunaannya.

Lewat akun Twitter-nya, WHO Indonesia juga memperingatkan masyarakat agar berhati-hati melakukan penyemprotan disinfektan. "#Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pada permukaan benda-benda. Ayo #LawanCovid-19 dengan tepat!" bunyi pesan WHO Indonesia lewat @WHOIndonesia.

Terpisah, Profesor Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan Covid-19, tidak merekomemdasikan penggunaan bilik disinfektan atau disinfectant chamber. Sebab menurutnya, hal itu sangat berbahaya karena tidak mengenakkan bagian kulit sensitif pada manusia secara langsung.

"Disinfektan pada ruang / chamber atau penyemprotan langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kulit mulut dan mata menimbulkan iritasi," kata Wiku saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/3/2020). Dalam keterangannya, Wiku juga tidak merekomendasikan penggunaan sinar Ultra Violet (UV) untuk membunuh virus Corona Covid-19. Menurutnya, kegiatan seperti ini justru berpotensi memicu kanker bagi manusia. Simak selengkapnya di sini.

Salah seorang pakar kebersihan asal Amerika Serikat, Jolie Kerr, juga berpendapat sama. Melalui tanya-jawab yang diterbitkan situs vox, Kerr menjelaskan lebih rinci mengenai bahaya yang mengintai di balik penggunaan cairan-cairan disinfektan terhadap tubuh manusia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan