Sukses

Ini Penjelasan Berapa Lama Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Benda

Jakarta Merebaknya virus corona SARS-CoV-2 membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut dilakukan agar tak menderita COVID-19.

Cara untuk mencegah terpapar virus corona ada berbagai macam. Mulai dari physical distancing atau menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, minimalkan menyentuh wajah, hingga meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi.

Tak hanya itu, cara lain seperti disinfektan terhadap berbagai benda mati juga bisa dilakukan demi mengurangi risiko terpapar virus corona SARS-Cov-2.

Barang-barang yang bisa dibersihkan antara lain telepon genggam, gagang pintu, sakelar lampu, laptop dll. Baru-baru ini, dalam sebuah penelitian mengemukakan bahwa virus corona COVID-19 bisa menginfeksi permukaan benda yang dipegang oleh orang terinfeksi.

Itu artinya, virus cororna berupa COVID-19 yang terdapat dalam tubuh manusia bisa bertahan hidup pada benda atau permukaan. Pertanyaannya, berapa lama virus corona SARS-CoV-2 bertahan pada benda mati?

Berikut ini redaksi Bola.com mencoba mengulasnya dari berbagai sumber, seberapa lama virus corona SARS-CoV-2 bertahan di permukaan benda.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Waktu Virus Corona COVID-19 Bertahan di Permukaan

1. Kaca

Virus corona SARS-CoV-2 ternyata juga bisa bertahan pada permukaan licin seperti kaca. Virus tersebut bisa hidup lama di kaca selama kurang lebih lima hari.

Maka dari itu perlu sering-sering membersihkan benda-benda yang terbuat dari kaca.

2. Plastik dan Baja

Virus corona COVID-19 diketahui bisa hidup lama di plastik dan baja, termasuk besi. Virus tersebut dapat bertahan hingga sekitar 72 jam setara dengan 2 atau 3 hari. Tetapi jumlah virus yang layak atau mampu menularkan, menurun tajam selama waktu ini.

3. Tembaga

Melansir dari New York Times dan USAToday, virus corona SARS-CoV-2 yang menempel pada tembaga akan bertahan selama kurang lebih empat jam.

4. Udara

Peneliti menyebutkan bahwa virus corona dapat ditangguhkan selama sekitar setengah jam di udara sebelum menetap di permukaan sebuah benda. Meski begitu, virus corona bertahan di udara masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Sementara itu Dr. Vincent Munster, ahli virologi National Institute of Allergy and Infectious Diseases, menyebutkan bahwa virus bisa bertahan sekitar 10 hingga 30 menit di udara. Namun, ada pula yang menyebutkan virus tersebut bisa bertahan di udara sampai tiga jam.

5. Kertas

Melansir dari The New York Times, virus corona mampu bertahan hidup dan menempel selama 24 jam di kardus. Jika dibanding dengan lainnya, kardus memiliki risiko tertempel virus corona lebih rendah.

Kendati demikian, bagi kalian yang menggunakan kardus, sebaiknya tetap bisa waspada dan berhati-hati.

6. Kayu

Kalian mungkin takut untuk membuka pintu lantaran berpikir akan adanya virus yang menempel di permukaannya. Meski masih dalam penelitian lebih lanjut berapa lama virus Corona dapat bertahan di kayu, namun karena permukaannya yang keras masih ada kemungkinan sama dengan benda keras lain.

7. Sarung Tangan

Bagi Anda yang memakai sarung tangan, sebisa mungkin untuk selalu mencucinya setelah memakai karena virus juga bisa bertahan cukup lama pada sarung tangan.

Virus Corona SARS-CoV-2 bisa tetap hidup di sarung tangan hingga 8 jam.

Sumber: berbagai sumber

Disadur dari: Bola.com (penulis,Faozan Tri Nugroho/editor Wiwig Prayugi, published 29/3/2020)

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.