Virus Corona Covid-19 Hantui Olimpiade Tokyo 2020, Presiden IOC Kirim Surat kepada Atlet

Desakan agar Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan semakin kuat menyusul pandemi global virus Corona Covid-19 yang belum teratasi,

Diterbitkan 23 Maret 2020, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, meminta atlet dan seluruh stake holder olahraga di dunia bersabar dalam menyikapi masa depan Olimpiade Tokyo 2020. IOC sendiri telah memberi tenggat waktu hingga empat pekan ke depan guna menentukan sipak terkait agenda ini. 

Seperti diketahui pandemi virus Corona Covid-19 terus meluas hingga saat ini. Setelah Tiongkok berhasil mengatasi penyebaran virus ini di negaranya, kini giliran Eropa dan sejumlah negara lain yang kelimpungan meredam penyebaran virus yang disebut-sebut berasal dari kelelawar tersebut. 

Setidaknya lebih dari 150 negara sudah terjangkit virus virus Corona Covid-19. Sebanyak 300 lebih orang terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Tidak hanya mengancam nyawa manusia, pandemi global virus corona model terbaru penyebab Covid-19 juga mengacaukan agenda olahraga. 

Belakangan, atlet dan anggota-anggota IOC mendesak agar Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan. Meski baru akan berlangsung 27 Juli nanti, sebagian atlet mulai tidak tenang dalam mempersiapkan diri. Bahkan mereka yang berasal dari negara-negara yang menerapkan aturan lockdown bagi warganya, dipastikan sulit bersaing karena tidak lagi bisa menjalani program latihan secara ideal di negaranya. 

Komite Eksekutif IOC telah menggelar pertemuan Minggu kemarin. IOC mengaku tidak menutup mata dengan situasi yang kini melanda dunia. Untuk itu, IOC sudah mulai membicarakan skenario-skenario terburuk terkait Olimpiade Tokyo 2020 bila pandemi global virus Corona tidak kunjung berakhir. IOC juga memastikan keputusan final akan diambil paling lambat dalam empat pekan ke depan. 

Dan untuk menenangkan para atlet, Bach selaku pemimpin IOC pun melayangkan surat terbuka. Seperti apa isinya? Simak pada halaman berikutnya.    

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Surat Thomas Bach

Yang terkasih pada atlet

Dalam situasi yang belum pernah terjadi ini, kita semua bersatu.

Seperti Anda, kami juga sangat prihatin dengan efek pandemi global Virus Covid-19 terhadap manusia. Nyawa manusia di atas segalanya, termasuk perhelatan olagraga. IOC ingin jadi bagian dari solusi. Karena itu, prinsip yang kami utamakan adalah keselamatan semua orang yang terlibat dan ingin berkontribusi dalam menangani virus itu. Saya ingin meyakinkan kalian, bahwa kami akan menempatkan ini sebagai pertimbangan utama terkait perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jalan menuju Tokyo sangat berbeda bagia Anda semua, yang datang dari 206 NOC (Komite Olimpiade Nasional--anggota IOC). Sebagian kalian tidak bisa mempersiapkan diri dan berlatih sebagaimana mestinya, atau bahkan sama sekali tidak bisa karena langkah pencegahan Covid-19 di negaramu. Banyak dari kalian juga yang tengah berlatih dan berharap bisa mewujudkan mimpinya di Olimpiade. Bahkan dari kalian yang juga sudah lolos kualifikasi untuk pertandingan itu; sebagian besar belum. Namun yang tidak kita bagikan saat ini adalah ketidak pastian yang luar biasa. Situasi ini mengguncang kita dan menimbulkan atau meningkatkan keraguan tentang masa depan yang positif; dan ini menghancurkan harapan. Beberapa bahkan harus takut akan keberadaan mereka. Ketidakpastian ini berasal dari kenyataan bahwa, pada saat ini, belum ada yang bisa menjamin kapan perjuangan melawan virus ini bakal berakhir. Ini juga berlaku untuk olahraga, sains, media, politik, dan semua masyarakat. Inilah sebabnya kami mengandalkan masukan dari Satuan Tugas, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan