4 Pemain Afrika yang Masih Bersinar di Shopee Liga 1, Termasuk Makan Konate

Eksistensi pemain asing Afrika tergerus di Shopee Liga 1. Meski begitu masih ada beberapa nama yang masih bisa bersinar dengan klub-klub Indonesia.

Diterbitkan 23 Maret 2020, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Pemain asing dari Afrika di Shopee Liga 1 menunjukkan tren penurunan. Regulasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menjadi penyebab pemain asal Afrika sulit main di Indonesia.

Mulai 2018, PT LIB hanya memperbolehkan lima negara Afrika mengimpor pemainnya ke Liga Indonesia, yakni Tunisia, Mesir, Kongo, Algeria, dan Sudan. Itu pun pemain yang datang harus berasal dari kasta tertinggi kompetisi masing-masing.

Selain itu, tradisi para klub juga mulai berbelok. Kegemaran mengoleksi pemain asing Afrika yang dikenal tinggi, kuat, dan lincah perlahan tergantikan dengan pemain dari Eropa. Klub menilai, pemain Eropa punya kelebihan yakni pemahaman taktik dan disiplin. 

Di Shopee Liga 1, tercatat hanya empat klub yang masih memercayai pemain asal Afrika. Bhayangkara FC menjadi tim terbanyak dengan dua pemain, Ezechiel N'Douassel asal Chad dan Herve Guy dari Pantai Gading.

Madura United punya Emmanuel Oti, winger berdarah Ghana dan terakhir Zah Rahan Krangar, playmaker berpaspor Liberia yang kini berkostum PSS Sleman di Shopee Liga 1.

Zah Rahan adalah sedikit contoh dari pemain asing yang awet berkarier di Liga Indonesia. Pemain berusia 35 tahun ini telah berkompetisi di Tanah Air sejak 16 tahun lalu saat membela Persekaba Badung.

Video

Makan Konate dan Ezechiel N'Douassel Menjaga Marwah Afrika

Dari lima pemain di atas, Konate dan Eze, panggilan N'Douassel, berperan menjaga marwah Afrika di Shopee Liga 1. Keduanya adalah pemain paling populer di antara kompatriotnya sesama dari benua hitam.

"Saya ingin memberikan kenangan. Semoga ada rezeki dan bisa memberikan trofi untuk Persebaya tahun ini. Tim ini sangat bagus dan legendaris di Indonesia. Saya punya semangat di tim ini," kata Konate setelah hijrah dari Arema FC ke Persebaya, medio Februari 2020.

Menurut catatan Soccerway, Konate telah mencatatkan 126 penampilan di Liga Indonesia sejak 2013 dan mengumpulkan 54 gol. Bersama Persebaya Surabaya di Shopee Liga 1, pemain yang mengawali kariernya di Tanah Air bersama PSPS Pekanbaru pada 2013 ini masih nihil gol dari dua laga.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Masih dari referensi yang sama, Eze membukukan 37 gol dari 64 pertandingan di Liga 1 sejak 2017. Setelah melewati tiga musim bersama Persib Bandung, pemain berusia 31 tahun itu hijrah ke Bhayangkara FC di tahun ini. Eze, yang digadang-gadang sebagai kandidat terkuat perebut sepatu emas Shopee Liga 1, baru menyumbangkan satu gol dari tiga partai bersama Bhayangkara FC.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Defri Saefullah, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan