Sukses

17 Pernyataan Kontroversial Jurgen Klopp: Soal Seks hingga Transplantasi Rambut

Liverpool - Manajer asal Jerman, Jurgen Klopp, sedang menikmati sorotan besar dalam kariernya. Berkat tangan dinginnya, Liverpool mulai mendominasi Liga Inggris.

Sejak datang ke Anfield pada 2015, Jurgen Klopp perlahan menyuntikkan filosofi baru ke dalam klub. Liverpool perlahan menggapai kembali masa kejayaannya. 

Buah tangan dingin Jurgen Klopp sudah mulai terbukti pada tahun lalu. The Reds dibawanya finis di posisi kedua Premier League, dengan hanya berselisih satu poin dari Manchester City yang jadi juara. Mohamed Salah dan kawan-kawan juga diantarnya merengkuh trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub. 

Kebangkitan Liverpool berlanjut musim ini. The Reds benar-benar perkasa dan dominan di Premier League. Tak ada rival yang benar-benar mampu menyaingi tim besutan Jurgen Klopp, bahkan juara bertahan Manchester City. 

Hingga pekan ke-25, Liverpool sudah unggul 22 poin di puncak klasemen. The Reds hanya butuh enam kemenangan lagi untuk menyegel gelar Premier League, atau bahkan lebih cepat. 

Semua itu tak lepas dari sosok Jurgen Klopp. Sosok Klopp disebut-sebut mirip Sir Alex Ferguson saat membangun dinasti di Manchester United. Jika terus konsisten, bukan tak mungkin Liverpool akan dibawa Klopp mendominasi di Inggris dan Eropa dalam beberapa tahun ke depan. 

Kejeniusan Jurgen Klopp telah mendapat pengakuan dari para pemain, kolega, bahkan rivalnya. Dia sosok yang istimewa. 

Meski demikian, Jurgen Klopp juga dikenal sebagai sosok yang kadang senang berkomentar nyeleneh, sejak masih di Borussia Dortmund, sampai berlanjut di Liverpool. 

Berikut ini beberapa pernyataan nyeleneh Jurgen Klopp yang mengomentari berbagai hal, seperti dilansir Planet Football

2 dari 17 halaman

 1. Karier Bermainnya

"Saya tak pernah sukses membawa ke lapangan apa yang ada di otak saya. Saya punya talenta untik kompetisi Divisi 5 dan berpikir untuk Bundesliga. Hasilnya adalah karier di Divisi 2," kata Jurgen Klopp. 

 

3 dari 17 halaman

2. Tentang Arsene Wenger

"Dia (Arsene Wenger) suka menguasai bola, bermain bola, mengumpan. Seperti orkestra. Tapi, itu seperti lagu bisu. Saya suka heavy metal," ujar Jurgen Klopp. 

 

4 dari 17 halaman

3. Sepak Bola Modern

"Tak mudah mengeluarkan hatimu jika Anda bangun di hotel berbintang lima. Terlalu banyak kenyamanan membuat Anda terlalu nyaman," kata Jurgen Klopp. 

 

 

5 dari 17 halaman

4. Menyikapi Kekalahan

"Anda harus merasakan kekalahan. Anda tak bisa bilang 'Saya tak peduli, itu tak penting.' Jika boleh berkata kasar saya akan bilang, tapi saya tak diizinkan melakukannya," kata Klopp. 

"Itu penting dan kami kalah, jadi rasanya tak terlalu bagus. Anda selalu harus bangkit. Anda mengetahui bisa jatuh dan kemudian harus berdiri." 

"Itulah kebenarnya, tetapi itu hal normal. Hanya orang bodoh yang tetap terkapar di lantai dan menunggu kekalahan berikutnya. Tentu saja kami bangkit, 100 persen. Kami kembali ke permainan," imbuh Klopp. 

 

6 dari 17 halaman

5. Bayern Munich Seperti Bazoka

"Kami punya panah dan anak panah dan jika bisa membidik dengan benar, kami bisa tepat mengenai target. Masalahnya adalah Bayern Munchen punya bazoka. Tapi, kemudian Robin Hood bisa cukup sukses," kata Klopp tentang persaingan dengan Bayern Munchen, saat dirinya masih menangani Borussia Dortmund. 

 

7 dari 17 halaman

7. Sosok Normal

"Saya benar-benar orang normal, saya datang dari Black Forest. Saya The Normal One," ujar Jurgen Klopp. 

 

 

8 dari 17 halaman

8. Kalah di Final Liga Champions 2013

"Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah itu hebat. London adalah kota Olimpiade. Cuacanya bagus, segalanya oke. Hanya hasilnya yang buruk," kata Klopp. 

 

9 dari 17 halaman

9. Juventus

"Kami menghadapi tantangan terbesar di sepak bola, bermain melawan tim Italia yang hanya membutuhkan hasil imbang," kata Jurgen Klopp. 

 

10 dari 17 halaman

10. Mario Gotze

"Dia pergi karena dia favorit Guardiola. Jika ada seseorang yang harus disalahkan, maka saya lah orangnya. Saya tak bisa membuat diri saya menjadi lebih pendek dan berbicara Spanyol," kata Klopp, soal kepindahan Gotze dari Dortmund ke Bayern Munchen. 

 

11 dari 17 halaman

11. Transplantasi Rambut

"Ya benar. Saya menjalani transplantasi rambut. Saya rasa hasilnya keren kan?" ujar Klopp, saat ditanya apakah melakukan transplantasi rambut. 

 

12 dari 17 halaman

12. Soal Istrinya

"Dia menulis buku untuk anak-anak. Bukunya seperti Harry Potter, tapi tentang sepak bola. Tidak ada Harry Potter yang terbang dengan stiknya, hanya sepak bola," kata Klopp mendeskripsikan tentang istrinya. 

 

13 dari 17 halaman

13. Ambisi Musik

"Saya tak bisa menjadi bintang rock, meskipun saya bernyanyi Country Road sangat keras di PlayStation," ujar Jurgen Klopp. 

 

14 dari 17 halaman

14.. Seks Malam Sebelum Pertandingan

"Para pemain saya tidur di double room malam sebelum pertandingan. Saya berharap tak terjadi apa-apa," kata Jurgen Klopp. 

 

15 dari 17 halaman

15. Dortmund Kehilangan Para Pemain Terbaik

"Saya mendapatkan lebih dalam hidup ini daripada yang layak saya dapatkan, seperti keluarga, uang, sepak bola. Tak ada guru-guru saya, atau orang tua yang meyakini hal seperti ini terjadi pada saya. Jadi, bagaimana mungkin kehidupan sempurna saya ini rusak hanya karena mereka mengambil pemain kami," kata Jurgen Klopp. 

 

16 dari 17 halaman

16. Barcelona

"Saya sering menunjukkan tentang Barcelona terhadap tim saya, tapi bukan tentang cara mereka bermain. Hanya cara mereka merayakan gol. Gol ke-5768 pada beberapa pekan lalu dan mereka merayakannya seperti tak pernah mencetak gol. Itu yang saya sukai dari sepak bola. Itulah yang harus terus Anda rasakan. Hingga Anda meninggal. Maka kemudian semuanya baik-baik saja," urai Jurgen Klopp. 

17 dari 17 halaman

17. Mats Hummels ke Manchester United

"Jika itu bukan cerita sampah, maka saya akan memakan sapu terbang!" kata Jurgen Klopp. 

Sumber: Planet Football 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Atletico vs Liverpool: Tumbang, The Reds Tetap Percaya Bisa Come Back
Artikel Selanjutnya
Strategi Diego Simeone untuk Liverpool: Minta Bantuan Ball Boy