Sukses

3 Faktor yang Diduga Penyebab Suporter MU Serang Kediaman Ed Woodward

Manchester - Rumah wakil presiden Manchester United (MU), Ed Woodward, diserang sejumlah fans pada Selasa (28/1/2020) malam waktu setempat. Tiga alasan berikut bisa jadi penyebab utama keputusan penyerangan itu.

Sejumlah hasil tak memuaskan yang ditorehkan MU membuat pencintanya geram. Imbasnya, rumah petinggi Manchester United, Ed Woodward, menjadi korban kemarahan fans.

Dari video yang beredar, tampak segerombolan fans melempar flare ke arah gerbang rumah Ed Woodward. Fans juga menyanyikan chant berbau ancaman kepada petinggi Setan Merah itu.

Kemarahan manchunians, julukan fans MU, bukan kali pertama mencuat. Pada awal Agustus 2019, media Inggris Daily Mail bahkan menyebut Woodward sebagai musuh bersama nomor satu di Old Trafford.

Menurut media tersebut, fans memusuhi Woodward karena keputusannya tak mencari pengganti untuk Romelu Lukaku dan Ander Herrera. Ed Woodward seperti kembali menyulut api kemarahan pengemar.

Beberapa keputusannya belakangan ini diyakini menjadi alasan memuncaknya kemarahan suporter. Bola.com telah merangkum tiga asalan yang bisa jadi penyebab fans Manchester United (MU) menyerang rumah Ed Woodward. Berikut perinciannya.

 

2 dari 4 halaman

1. Isu Bruno Fernandes Batal

Isu tak enak perihal transfer Bruno Fernandes sempat menyeruak ke permukaan. Kabarnya, manajemen Manchester United sempat ingin mundur dari perburuan gelandang Sporting Lisbon itu.

Kabar tersebut tentu membuat fans geram. Ini bukan kali pertama manajemen klub memberi harapan palsu kepada penggemar. Sebelumnya, rencana memboyong Erling Braut Haaland dan Dejan Kulusevski juga hanya sebatas omong kosong.

Namun teror fans ke rumah Ed Woodward seperti mengubah keputusan. Pada Rabu (29/1/2020) atau selang beberapa jam setelah serangan ke rumah Woodward terjadi, MU memberi pengumuman baru.

Manchester United dikabarkan telah menyetujui transfer Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon dengan angka mencapai 67,8 juta pounds atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Dikabarkan Mirror pada Rabu (29/1/2020) dini hari WIB, Tim Setan Merah menuntaskan negosiasi pada Selasa (28/1/2020) malam watu setempat.

3 dari 4 halaman

2. Kalah Lawan Liverpool

Alasan kedua yang bisa bikin emosi fans memuncak adalah kekalahan MU dari Liverpool pada laga pekan ke-23 Premier League 2019-2020. Saat itu, Setan Merah ditekuk The Reds dengan skor 2-0.

Meski MU kerap menelan kekalahan musim ini, namun keok dari Liverpool disebut yang paling buruk. Pertama, MU pernah menahan imbang pemegang puncak klasemen Premier League tersebut pada pekan ke-9 Premier League beberapa waktu lalu.

Kedua, MU dan Liverpool adalah rivalitas terbesar di sepak bola Inggris. Jadi, tak heran jika gengsi dan emosi fans begitu tinggi atas kekalahan tersebut.

4 dari 4 halaman

3. Manuver Liverpool

Liverpool yang notabene merupakan klub pemegang puncak Premier League saat ini melakukan manuver lebih baik ketimbang Manchester United. Pada bursa transfer musim dingin 2020, The Reds resmi memboyong Takumi Minamino dari RB Salzburg.

Liverpool tak mau menyia-nyiakan potensi yang dimiliki Takumi Minamino. Padahal, The Reds sudah memiliki tiga striker tangguh di skuatnya, yakni Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino.

Lain dengan Manchester United, klub yang bermarkas di Old Trafford itu baru mendatangkan satu pemain pada bursa transfer musim dingin 2020 ini, yakni Bruno Fernanes. Padahal, Manchester United termasuk tim yang lemah pada beberapa lini.

Disadur dari Bola.com (Hesti Puji Lestari/Yus Mei Sawitri, published 29/1/2020)

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemain Muda Ini Ingin Raih Lagi Kebahagiaan Usai Tinggalkan MU
Artikel Selanjutnya
Dipuji Klopp, Calon Pengganti Mane Malah Gagal Gabung Liverpool