5 Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik dari Animasi NBA Junior Jump Squad

NBA Junior Jump Squad bercerita tentang lima sahabat berusia sembilan hingga tiga belas tahun, bernama Kai, Ben, Ana, Carlos, dan Putri.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Desember 2019, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- National Basketball Association (NBA) belum lama ini membuat terobosan baru dengan mengeluarkan seri animasi pendek, “NBA Junior Jump Squad”. Animasi ini diharapkan dapat menjadi pilihan hiburan di waktu luang, sembari belajar lebih banyak tentang olahraga bola basket.

NBA Junior Jump Squad bercerita tentang lima sahabat berusia sembilan hingga tiga belas tahun, bernama Kai, Ben, Ana, Carlos, dan Putri. Mereka berasal dari berbagai latar belakang berbeda tetapi memiliki kecintaan yang sama terhadap basket.

Namun, kehidupan kelima anak ini berubah drastis setelah mereka bertemu dan dilatih pelatih Roy di sebuah lapangan basket yang terabaikan.

Setelah melewati beberapa sesi latihan, lima sekawan itu pun semakin mengenal arti sebuah pertandingan bola basket, kerja sama tim, cara meningkatkan keterampilan, serta bagaimana mengatasi rasa takut dan gelisah.

NBA Junior Jump Squad memiliki total enam episode. Setiap episodenya berdurasi tiga menit. Animasi ini bisa ditonton di aplikasi Vidio.

Dengan menyaksikan NBA Junior Jump Squad penonton akan mendapatkan pelajaran hidup berharga dari olahraga basket. Apa saja itu? Simak di halaman berikutnya:

- Selalu punya rasa ingin tahu dan jangan pernah takut

Dua episode pertama menceritakan lima sekawan yang sedang berdiri di tengah lapangan kosong di pusat kota, tampak kecewa karena baru saja kalah dalam suatu pertandingan. Ketika mereka sedang putus asa dan saling berdebat, kucing peliharaan Ben melarikan diri dan menggiring anak-anak tersebut ke sebuah lapangan dengan bola basket logam tergeletak di lantai.

Didorong rasa penasaran, Ana pun mengambil bola tersebut yang dalam sekejap berubah menjadi sebuah robot yang menyerupai manusia, bernama coach Roy. Episode ini secara singkat mengajarkan kita untuk selalu ingin tahu dan tidak pernah takut.

- Latihan membuahkan kesempurnaan

Setelah coach Roy berubah wujud menjadi robot yang dapat berbicara, ia kemudian menunjukkan beberapa teknik permainan basket dari beberapa pemain NBA.

Seperti kata pepatah, ‘practice makes perfect’. Jangan berhenti berlatih adalah pelajaran lain yang bisa dipetik di episode ketiga. Dengan begitu, kita akan terus berkembang dan menjadi lebih baik dalam hal apapun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Thomas, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan