Bukan Ruud Gullit, Rahmad Darmawan Sebut 3 Pelatih yang Layak Latih Timnas Indonesia

Bursa calon pelatih Timnas Indonesia memanas setelah muncul nama Ruud Gullit.

Diterbitkan 06 Desember 2019, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Oke, panggil Jose Mourinho misalnya. Apa ada jaminan bahwa level sepak bola kita bakal setara dengan Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi dalam waktu setahun dua tahun? Bisa menjami kita menjadi 8 besar di Asia?" tutur RD.

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, usai bertemu dengan PSSI di New World Manila Bay Hotel, Jumat malam (29/11). Pelatih asal Spanyol itu memberikan presentasi tentang rencananya untuk Timnas Indonesia. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

"Bahkan apa bisa jaminan menjadi juara Piala AFF 2020? Kalau jaminan itu tidak ada, apa kepentingannya mengambil mereka? Soal mendongkrak kualitas permainan? Kami pernah dilatih oleh mantan pelatih Yugoslavia, Ivan Toplak dan saya pernah ikut bermain waktu itu. Pada Pra Piala Dunia 1994 kami gagal. SEA Games 1993 kami gagal juga," urai RD.

RD lalu menyinggung nama Ivan Kolev yang juga gagal menghadirkan trofi bagi Timnas Indonesia pada rentang 2002-2004 dan Sven-Goran Eriksson, mantan pelatih Inggris di Piala Dunia 2002 yang gagal mendongkrak prestasi Filipina pada 2018-2019.

Menurut RD, hanya Anatoly Polosin, pelatih asing yang mampu mendatangkan prestasi bagi Timnas Indonesia ketika berhasil mendulang medali emas SEA Games 1991 di Filipina.

"Saya pernah empat tahun sebagai pemain bersama beliau. Mainnya jelek tapi juara SEA Games 1991. Tapi juga gagal di Piala Kemerdekaan 1995," tutur eks nakhoda Persija Jakarta itu.

3 Pelatih

RD berani usul tiga nama pelatih yang layak menangani Timnas Indonesia. Ketiganya adalah Stefano Cugurra Teco yang kini melatih Bali United, Indra Sjafri selaku pelatih Timnas Indonesia U-22, dan Fakhri Husaini eks pelatih Timnas Indonesia U-19.

"Menurut saya pelatih dengan nama besar dan fokus pada pembinaan usia dini, memberikan fundamental teknik dan mental kepada anak-anak. Lalu PSSI memfasilitasi dengan kompetisi yang berjenjang dan berkualitas. Itu yang sebetulnya kita butuhkan," tutur pelatih yang membawa Sriwijaya FC menjuarai Liga Indonesia pada 2007-2008 itu.

"Catatan, soal pelatih Timnas Indonesia, cukup coach Teco, Indra, dan Fakhri yang lebih paham dengan kualitas dan budaya sepak bola kita," imbuhnya mengakhiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan