Susu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1560635/original/032312500_1491639599-Susu-Putih6.jpg)
Susu ternyata juga merupakan salah satu makanan penyebab perut buncit. Tergantung pada jenisnya, susu dapat berkontribusi pada terbentuknya lemak perut. Jenis susu yang mengandung banyak lemak seperti whole milk dapat memicu penumpukan lemak sehingga membuat perut buncit.
Selain whole milk jenis susu kental manis juga bisa menyebabkan perut buncit karena kandungan gulanya yang tinggi. Jika kamu ingin mengonsumsi susu, pilihlah jenis susu rendah lemak atau tanpa lemak. Kamu juga bisa mengganti jenis susu yang kamu minum menjadi susu berbahan dasar kacang-kacangan seperti susu kedelai, susu almond, atau susu kacang mete.
Margarin
Makanan penyebab perut buncit selanjutnya adalah margarin. Jenis lemak yang menyebabkan perut buncit adalah jenis lemak trans dan lemak jenuh. Lemak trans merupakan hasil sampingan pengolahan minyak dari bentuk cair ke bentuk padat, contohnya adalah margarin.
Lemak trans biasa digunakan dalam industri makanan cepat saji dan makanan ringan karena dapat menambah daya simpan dari makanan. Meskipun saat ini lemak trans sudah mulai dilarang keberadaannya dalam makanan, tetapi tidak ada salahnya kamu mengecek kembali label pangan yang terdapat pada makanan kemasan yang kamu konsumsi.
Makanan Olahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815394/original/090322000_1558763879-iStock-1093672196.jpg)
Tidak hanya junk food, makanan olahan lainnya seperti biskuit, kerupuk, hingga keripik termasuk ke dalam jenis makanan yang tinggi kalori dan lemak. Jenis makanan ini dapat memicu peradangan dalam tubuh, sementara lemak membandel pada perut erat kaitannya dengan peradangan.
Mayoritas bukti ilmiah menyatakan bahwa sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, akan membantu mengurangi ukuran perutmu. Karena itu, berusahalah untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kalori dan berlemak, jika tak ingin memiliki perut buncit.
Makanan Berkalori Tinggi
Makanan penyebab perut buncit selanjutnya adalah makanan berkalori tinggi. Makanan seperti kacang-kacangan hingga nasi yang memiliki kalori tinggi harus kamu atur konsumsinya, terutama untuk menurunkan berat badan sekaligus lingkar pinggang.
Memangkas 500-1000 kalori per hari, serta meningkatkan aktivitas fisik, dapat mengurangi 0,5 hingga 1 kg per minggu. Meski demikian, pengurangan kalori ini disarankan melalui konsultasi dengan dokter gizi. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi.
Minuman Beralkohol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1665465/original/066694900_1501582545-Vodka5.jpg)
Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan, erat kaitannya dengan peningkatan ukuran lingkar pinggang dan perut buncit. Selain itu, banyak jenis alkohol yang tinggi kalori, misalnya bir yang mengandung sekitar 150 kalori dalam satu gelasnya.
Minuman beralkohol tersebut jika diminum secara berlebihan dapat membuat tubuh mengalami kelebihan asupan kalori.
Â
Soda
Konsumsi soda dihubungkan dengan peningkatan lingkar pinggang, yang berarti semakin banyak dan sering kamu mengonsumsi soda, maka risiko memiliki perut buncit semakin besar. Selain perut buncit, konsumsi soda juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes mellitus tipe 2, dan masalah kesehatan pada gigi (seperti gigi berlubang dan gigi keropos).
Walaupun kamu mengganti soda yang biasa kamu minum dengan jenis soda diet, bukan berarti kamu terbebas dari risiko penyakit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi soda diet cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi soda biasa.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1700699/original/083020800_1504601061-Perut-Buncit4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891424/original/063625300_1720962008-fotor-ai-2024071419546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5224553/original/050243100_1747634982-obesitas.jpg)