SEA Games 2019: Medali Emas Bukan Prioritas Timnas Thailand U-22

Benarkah medali emas tak jadi proritas Timnas Thailand U-22 di SEA Games 2019?

Diterbitkan 25 November 2019, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bangkok - Thailand adalah raja di cabang sepak bola putra SEA Games. The War Elephants total meraih 26 medali, dengan 16 di antaranya merupakan medali emas. Namun, pada SEA Games 2019 Filipina, Timnas Thailand U-22 diminta untuk "tidak" memprioritaskan pencapaian medali emas.

Benarkah demikian? Hal itu mengacu pada pernyataan pelatih Timnas Thailand U-22, Akira Nishino, sebelum keberangkatan tim asuhannya ke SEA Games 2019 Filipina.

Pelatih asal Jepang itu memprioritaskan seluruh pemainnya untuk pulang ke Thailand, tanpa mengalami cedera apa pun. Hanya beberapa hari sebelum bertolak ke Manila, Filipina, Akira Nishino harus mengalami pukulan telak karena skuatnya kehilangan dua pemain andalan.

Di lini belakang, Timnas Thailand U-22 kehilangan Marco Ballini, yang akhirnya tak masuk daftar 20 pemain yang diboyong ke SEA Games 2019, akibat cedera ACL. Bek SGC Muang Thong United itu harus menepi hingga enam bulan ke depan. 

Setelah itu, Ekanit Panya menyusul out dari skuat. Pemain berusia 20 tahun yang sudah masuk timnas senior ini juga cedera, yang diperoleh saat melawan Timnas Vietnam (19/11/2019). Ia harus menjalani perawatan di bagian lutut kanannya. 

Persoalannya, nama Ekanit sudah masuk daftar 20 pemain di SEA Games 2019, dan sesuai aturan, Nishino tak diizinkan mengganti Ekanit dengan pemain lain sehingga Timnas Thailand U-22 kini hanya diperkuat 19 pemain saja.

Nishino menegaskan, 19 pemain yang menghuni Timnas Thailand U-22 harus pulang dari SEA Games 2019 dengan kondisi bebas cedera.

Ada kemungkinan karena setelah turnamen dua tahunan ini, mereka sudah dinanti agenda yang tak kalah penting; tampil di Piala AFC U-23 2020. Kebetulan, Timnas Thailand U-23 merupakan tuan rumah turnamen garapan AFC itu. 

Penyerangan Melemah

Akira Nishino cukup mengkhawatirkan kondisi pemainnya dalam SEA Games 2019. Pasalnya, hanya dalam 10 hari, mereka harus bermain dalam lima pertandingan, yang digelar di lapangan berumput buatan.

Kondisi itu rentan membuat pemain mengalami cedera.

"SEA Games turnamen penting dan kami sudah kehilangan satu pemain. Ekanit mengalami cedera dan regulasi tidak mengizinkan kami untuk mengubah pemain," ujar Nishino, dikutip dari Bangkok Post.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya khawatir karena turnamen akan dimainkan di lapangan buatan yang membuat pemain berisiko tinggi cedera." "Saya tahu betul bahwa harapan terhadap kami sangat tinggi dan penggemar sepak bola Thailand ingin kami memenangi medali emas, tapi perhatian utama saya adalah menjaga pemain saya tetap fit dan bebas cedera," ucapnya. "Regulasi perlu diubah. Hanya ada jarak satu hari di antara pertandingan dan kami hanya diizinkan 20 pemain tanpa penggantian," kritik pelatih asal Jepang itu. Tanpa Ekanit, penyerang Timnas Thailand U-22, Supachok Sarachat, mengakui serangan dari lini depan Timnas Thailand U-22 diprediksi sedikit melemah. Namun, ia menambahkan timnya akan lolos ke semifinal, tanpa meremehkan tim manapun. "Bahkan, kami memiliki peluang bagus untuk memenangkan medali emas," ujar pemain yang juga andalan di timnas senior itu.

Halaman
Show All
Aning Jati, Bogi Triyadi, Aditya WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan