Sukses

3 Alasan Cristiano Ronaldo Tidak Akan Melewati 800 Gol

Liputan6.com, Turin - Cristiano Ronaldo mencetak gol melalui tendangan penalti ke gawang Ukraina dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Gol yang dicetak di Stadion Olimpiade Kyiv, Selasa (15/10/2019), membuatnya masuk dalam buku rekor.

Cristiano Ronaldo menjadi pemain keenam dalam sejarah yang sudah mencetak 700 gol dalam karier sepak bola profesionalnya.

Sekadar informasi, sebagian besar gol tersebut dicetak Ronaldo di level klub. Ia sudah mencetak 605 gol di empat klub berbeda, seperti Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Sedangkan 95 gol dicetak dengan Timnas Portugal.

Dengan 700 gol, apakah Cristiano Ronaldo akan menjadi pemain kedua yang mencetak 800 gol sebelum gantung sepatu. Meski ada beberapa alasan yang masuk akal mengapa pemain berjuluk CR7 itu dapat mencapai jumlah tersebut, ada kemungkinan ia juga bisa gagal.

Berikut 3 alasan mengapa Cristiano Ronaldo tidak akan melewati batas 800 gol seperti dikutip dari Sportskeeda:

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

3. Jumlah Gol Terus Berkurang

Cristiano Ronaldo pantas dipuji karena konsistensinya sepanjang kariernya, terutama saat dia mendekati usia 30-an. Namun, melihat angka-angkanya dalam beberapa tahun terakhir akan menunjukkan bahwa golnya telah berkurang.

Antara 2009 dan 2012, Ronaldo membukukan jumlah gol yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada 2013, pemain Timnas Portugal itu mencetak 60 gol untuk klub dan negara dari 59 pertandingan. Setahun kemudian, ia mencetak 61 dari 60 laga.

Tapi, tahun lalu, Ronaldo gagal mencapai 50 gol untuk kali pertama dalam delapan tahun. Sepertinya dia akan kembali gagal mencapai jumlah tersebut sekali lagi tahun ini; dengan sisa waktu dua bulan, dia hanya mencetak 27 gol.

Dengan rata-rata jumlah golnya yang berkurang setiap tahun, ada kemungkinan Ronaldo tidak akan menembus 800 gol.

3 dari 4 halaman

2. Juventus Bermain Bertahan

Juventus menjadi kekuatan paling dominan dalam sejarah sepak bola Italia. Keunggulan mereka didasarkan pada solidnya lini pertahanan ketimbang menyerang.

Sementara kemampuan Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol tak perlu diragukan lagi. Gaya bermain menyerang Real Madrid membantunya mencetak banyak gol.

Di Real Madrid, menang saja tidak cukup. Para pemain juga diharapkan memainkan sepak bola atraktif dan mencetak gol.

Bermain sepak bola yang menyenangkan secara estetika adalah norma dan bukan pengecualian di Real Madrid. Karena itu, Los Blancos selalu berusaha keras untuk mendapatkan pemain berbakat secara teknis yang mahir menciptakan peluang mencetak gol. Ronaldo tidak diragukan lagi adalah ahli dalam hal ini.

Sebaliknya, Juventus bermain sangat pragmatis. Kemenangan menjadi yang terpenting, terlepas bagaimana hal tersebut dicapai.

Dalam tiga musim terakhir Ronaldo di Liga Spanyol, Real Madrid masing-masing mencetak 110, 106, dan 94 gol. Sementara itu Juventus hanya mencetak 75, 77, dan 86 gol dalam kerangka waktu yang sama.

Pada musim pertamanya di Turin, Ronaldo hanya mencetak 28 gol di semua kompetisi. Itu adalah jumlah gol terendah dalam satu musim sejak tahun terakhirnya bersama Manchester United lebih dari satu dekade lalu.

Dengan Juventus yang lebih bermain bertahan, akan menjadi tugas sulit bagi Ronaldo untuk mencetak gol. Hal tersebut akan membuatnya sulit untuk mencetak 100 gol lagi sebelum dia gantung sepatu.

 

4 dari 4 halaman

1. Jumlah Pertandingan yang Berkurang

Cristiano Ronaldo memiliki perhatian yang luar biasa dengan kondisi tubuhnya. Ia melakukan diet ketat dan menjalani latihan untuk menjaga performanya tetap bagus di usia 34 thaun.

Pemain berjuluk CR7 itu sudah memainkan sepak bola tingkat atas selama lebih dari 16 tahun. Tidak dapat dipungkiri bahwa bertahun-tahun kerja kerasnya telah mengambil korban pada tubuhnya, karena ia tidak lagi seperti dulu.

Tanda pertama dari hal itu adalah saat Ronaldo harus menyesuaikan permainannya. Dia beradaptasi untuk menjadi lebih dari penyerang tengah ketimbang sebagai pemain sayap seperti di masa lalu.

Ronaldo memainkan peran barunya itu dengan mulus. Akan tetapi, dengan perannya yang berubah, jumlah pertandingan yang dimainkan pemain Timnas Portugal itu berkurang.

Ia lebih banyak duduk di bangku cadangan ada laga-laga yang kurang signifikan. Sehingga merampas peluang Ronaldo untuk mencetak gol ke gawang tim-tim yang lebih lemah.

Usai Piala Dunia 2018 di Rusia, Ronaldo menempi dari laga internasional hingga akhir tahun lalu. Selain itu, ia belum pernah memainkan 35 pertandingan liga sejak musim 2015-2016.

Dengan jumlah pertandingan yang terus menurun setiap tahun, masuk akal jika Ronaldo akan sulit mencapai 800 gol.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kekaguman Lothar Matthaus Terhadap Mentalitas Timnas Jerman dan Maradona
Loading
Artikel Selanjutnya
7 Potret Bintang dengan Kumis Editan, Cristiano Ronaldo Jadi Berwibawa
Artikel Selanjutnya
Bek Juventus Ogah Jadi Korban Adu Domba Media Italia