4 Hal yang Harus Dilakukan MU untuk Keluar dari Kemelut

MU harus melakukan sejumlah langkah drastis untuk bisa kembali meramaikan persaingan juara Liga Inggris.

Diterbitkan 16 Oktober 2019, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, kini Manchester United sulit untuk mendapatkan gelar di setiap musimnya. Tidak hanya sulit mendapatkan gelar, tim Setan Merah bahkan sulit untuk menembus zona Liga Champions.

Manchester United memilih jalan instan untuk mengembalikan kejayaan di masa lampau. Oleh karena itu, Manchester United mendatangkan sejumlah pemain ternama dengan harga yang cukup tinggi seperti Angel di Maria, Fred, Marouane Fellaini, Memphis Depay, dan Nemanja Matic. Namun, dana yang dikeluarkan Manchester United tidak sejalan dengan hasilnya.

The Red Devils perlu melakukan pembelian pemain sesuai kebutuhan. Manchester United sudah melakukannya musim ini dengan mendatangkan dua bek, Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka. Setan Merah harus bersabar menunggu hasil dari sebuah proses yang sedang berjalan.

Investasi kepada pemain muda

Manchester United identik dengan tim yang menghasilkan beberapa pemain muda. Sir Matt Busby telah mewariskan hal ini hingga sekarang.

Salah satu produk akademi tersukses Manchester United adalah Class of ’92. Pada era tersebut bermunculan banyak pemain top seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, dan Neville bersaudara (Phil dan Gary).

Saat ini, Manchester United sedang kembali membangun tim dari beberapa pemain muda. Dalam meneruskan pembinaan pemain muda, Manchester United mempromosikan Mason Greenwood, Angel Gomes, dan Tahith Chong musim ini. Jika Manchester United ingin membangun kejayaan kembali, maka meraka harus berinvestasi kepada pemain muda di akademi.

Datangkan direktur teknik

Salah satu alasan Manchester United terpuruk di musim ini adalah keliru mengambil keputusan pada bursa transfer musim panas ini. Melepas striker utama seperti Romelu Lukaku dan tanpa mencari penyerang pengganti merupakan kesalahan terbesar Setan Merah di awal musim.

Sejak pensiunnya Sir Alex, Manchester United nampak kehilangan arah saat bursa transfer bergulir. Ed Woodward sebagai salah satu petinggi Manchester United tidak cukup paham dalam hal sepak bola dan kerap melakukan pembelian pemain ternama agar dapat mendatangkan untung secara bisnis tanpa melihat dampaknya bagi tim.

Oleh karena itu, Manchester United sangat membutuhkan sosok direktur teknik. Dengan adanya direktur teknik, Manchester United dapat membeli pemain seusai kebutuhan tanpa mementingkan aspek bisnis.

Mengubah Gaya Bermain

Saat awal Solskjaer menjabat, Manchester United kerap menggunakan formasi 4-3-3. Gaya permainan ini menekankan pada pertahanan yang menumpuk dan kecepatan dalam melakukan serangan balik.

Serangkaian hasil positif yang diraih Solskjaer dengan menggunakan formasi tersebut menghantarkannya sebagai manajer tetap Manchester United.

Mulai musim panas ini, manajer asal Norwegia tersebut beralih menggunakan formasi 4-2-3-1. Namun, bukannya memperbaiki performa, skema tersebut membuat Manchester United berada dalam titik terburuk sepanjang sejarah Premier League.

Solskjaer memiliki tim yang cocok dalam menerapkan serangan balik, tetapi membuat alur penyerangan Manchester United terlihat berat sebelah.

Sekarang, Penyerangan Setan Merah lebih berfokus pada sisi kiri. Hal ini terlalu mudah ditebak oleh manajer tim lawan. Tidak ada kreativitas makin memperburuk cara permainan Manchester United.

Jika ingin bertahan sebagai manajer Manchester United, Solskjaer harus merubah gaya bermain seperti layaknya tim besar. Melakukan penguasaan bola, kreatif dalam membangun penyerangan, dan efektif dalam melakukan serangan dapat diterapkan Solskjaer dengan pemain yang tepat.

Solskjaer harus banyak belajar dari Pep Guardiola yang mengandalkan penguasaan bola dan Jurgen Klopp yang terkenal karena gaya permainannya yang menekan. Sudah saatnya bagi The Red Devils merubah cara bermain jika tidak ingin mengakhiri musim di zona merah. 

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari Bola.com (Tegar Juel/Ario Yosia, Published 15-10-2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan