Derita Tim Nomaden Liga Inggris: Seperti Pindah Rumah 21 Kali dalam Semusim

Sudah 12 tahun Gloucester City harus bermain di luar kandang saat menjamu lawan-lawannya.

Diterbitkan 03 Oktober 2019, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada musim panas itu, suporter bahu membahu dengan manajer sebelumnya, Tim Harris mengecat stadion untuk persiapan musim berikutnya. "Itu terlihat lebih baik dari kapanpun," kenang suporter veteran Matt Clift. "Lalu datanglah banjir," katanya menambahkan.

Pada 20 Juli 2007, hujan mengguyur Gloucestershire dan sekitarnya selama 12 jam nonstop. Dengan cepat banjir bandang pun melanda kawasan tersebut. Sekitar 1000 pengendara terjebak di jalanan dan 500 pengguna kereta harus bermalam di stasiun Gloucester.

Kondisi Meadow Park? Benar-benar terendam hingga ketinggian 2,4 meter.

"Saya tidak bisa ke kantor karena banjir, jadi saya dan beberapa orang membantu memindahkan barang apa saja dari stadion," kata Clift menambahkan.

"Kami berusaha memasukkan barang sebanyak mungkin ke dalam mobil sebelum banjir menggenangi stadion itu. Hari berikutnya, kami datang untuk mengambil gambar dan air sudah setinggi pinggang orang dewasa," ujar suporter veteran tersebut.

Pulang ke Rumah

Saat banjir surut, kondisi Meadow Park benar-benar hancur. Rumput rusak dan tribune berantakan sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk menggelar pertandingan. 

Situasi ini pun memaksa Gloucester untuk berbagi rumah dengan Forest Green Rovers pada musim 2007/08. Mereka pun nomaden ke Nailsworth yang berjarak 16 mil dari daerahnya. 

Gloucester kemudian menghabiskan dua musim di Cirencester yang berjarak 23 mil di mana mereka menang dan promosi ke divisi enam Liga Inggris pada tahun 2009. Selanjutnya Gloucester pindah lagi ke Cheltenham Town, 16 mil dari Gloucester, (2011 hingga 2017).

Selanjutnya untuk pertama kali Gloucester memilih pindah ke luar kota. Sejak tiga musim lalu hingga saat ini, Gloucester memilih berbagi kandang dengan Evesham United. 

"Kami sangat bersyukur berbagi kandang dengan Evesham, tapi ini jauh dari rumah," kata Petheram, yang bergabung dengan dewan direksi Gloucester sejak September 2018 lalu. 

Tak hanya menguras tenaga, menjadi tim nomaden juga menggerus keuangan Gloucester. Setiap tahunya, klub ini mengalami kerugian hingga mencapai £200,000. Belum lagi jumlah suporter yang terus menurun akibat perjalanan melelahkan dalam setiap laga kandang.  

Kondisi ini pun membuat Petheram dan dewan direksi lainnya memutuskan untuk kembali memperbaiki Meadow Park. Wacana yang telah dibangun sejak 2016 itu kini sudah terealisasi. Pembangunan tengah berjalan. Rencananya, Meadow Park akan mengguakan peti-peti kemas yang sudah dimodifikasi bakal disulap menjadi ruang ganti dan aula.

Lapangannya bakal bertaraf 4G dengan kapasitas 3,208 orang dengan 700 tempat duduk.

"Kami ingin sekali menggelar pertandingan musim ini, tapi kami pikir itu terlalu jauh," kata Petheram. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan