3 Klub yang Blunder di Bursa Transfer Musim Panas 2019

Klub mana saja yang melakukan blunder di bursa transfer musim panas ini?

Diterbitkan 06 September 2019, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Juventus juga dianggap blunder dengan melepas penyerang wonderkid, Moise Kean, ke Everton. Ia dihargai kemurahan, hanya 32 juta euro.

Juventus semestinya berjuang keras mendapatkan Romelu Lukaku dan Mauro Icardi untuk menambah daya gereget lini depan.

Maurizio Sarri saat ini hanya punya stok penyerang dengan usia rata-rata 33. Tak ideal buat memenangi persaingan Serie A dan Liga Champions.

Manchester United

Manchester United amburadul sejak kepergian Sir Alex Ferguson, dan kejatuhan mereka diperparah strategi transfer yang amat buruk.

Klub secara masif menyudahi musim lalu dengan pencapaian mengecewakan (posisi ke-6 Premier League) hanya membeli tiga pemain baru: dua anak muda yang belum diuji di Aaron Wan-Bissaka dan Daniel James, serta Harry Maguire dengan banderol yang amat mahal.

Setan Merah melepas Alexis Sanchez ke Inter Milan dengan status pinjaman. Man United pun masih menanggung gajinya.

Klub tersebut juga melepas Matteo Darmian (Parma) serta Chris Smalling (AS Roma). Nama terakhir adalah pemain senior yang tenaganya masih bisa dimaksimalkan melapis Harry Maguire dan Victor Lindelof.

Yang lebih membingungkan adalah keputusan untuk membiarkan Romelu Lukaku pergi ke Inter Milan.

Pemain berusia 26 tahun itu mungkin musim lalu mengalami masa-masa sulit berkaitan dengan produktivitas dan kebugaran, namun hal itu tak mengilangkan fakta ia striker hebat yang punya reputasi mentereng di Premier League.

Dia adalah satu dari hanya tiga pemain aktif yang mencetak lebih dari 100 gol di Liga Inggris. Lukaku juga pencetak gol sepanjang masa untuk tim nasional Belgia.

Antonio Conte yang tahu reputasi mentereng Lukaku, merasa mendapat berkah. Ia pun bisa tersenyum melihat performa sang pemain di dua laga awal Serie A.

Ole Gunner Solskjaer bersikukuh bahwa ia butuh penyerang yang dinamis tidak seperti Lukaku yang terlalu kaku berubah posisi.  Namun, realitanya Manchester United punya stok penyerang yang terbatas: Anthony Martial, Marcus Rashford, Daniel James dan Mason Greenwood. Mayoritas di antara mereka belum teruji kualitasnya.

 

Real Madrid

Merogoh kocek tak kurang dari 300 juta euro, Real Madrid dinilai memilih pemain-pemain baru yang salah.

Real Madrid membuat terobosan besar di pasar, mendatangkan lima pemain baru sebelum pertengahan Juli, dan efeknya skuat tim surplus.

Zinedine Zidane berulangkali mengungkapkan niatnya membuang sejumlah pemain untuk menyeimbangkan skuat. Gareth Bale salah satunya.

Namun, presiden klub Florentino Perez selalu menjadi penggemar mantan pemain Tottenham itu, dan menentang niat Zidane membuang Bale.

Zidane akhirnya pasrah tetap mempertahankan Bale dan James Rodriguez, pemain yang diinginkannya karena Real Madrid juga gagal mendapatkan gelandang serang idaman sang mentor, Paul Pogba.

Lini tengah Real Madrid jadi sektor yang terlemah, karena Luka Modric dan Toni Kroos tidak lagi seperti dulu, dan Zidane menyadari hal itu.  Fokus utamanya melakukan perombakan sektor kedua.

Ia sempat mengincar, Donny van de Beek dan Bruno Fernandes, namun negosiasi yang digeber El Real buntu. 

Apesnya, pembelian termahal Real Madrid, Eden Hazard, cedera di awal musim. Performa tim terlihat tertatih-tatih.

Real Madrid pun pantas menyesal melego Dani Ceballos ke Arsenal. Di klub barunya sang gelandang serang tampil memesona.

 

Sumber asli: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com

(Penulis: Ario Yosia/Editor: Ario Yosia, published 5/9/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan