Sukses

Alasan Simon McMenemy Tak Panggil Riko Simanjuntak ke Timnas Indonesia

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, berjanji akan kembali memanggil Riko Simanjuntak di masa depan. Gelandang Persija Jakarta itu absen dalam pemusatan latihan untuk babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 karena permainannya dinilai sudah terbaca lawan.

Simon McMenemy lebih memilih menyertakan Irfan Bachdim dan Irfan Jaya dibanding Riko, yang notabene pemain langganan sejak menangani Timnas Indonesia sejak tahun ini.

McMenemy menyebut Bachdim punya pengalaman yang berguna bagi Timnas Indonesia kendati berstatus pemain pelapis di Bali United. Adapun, Irfan Jaya tengah memperlihatkan ketajamannya bersama Persebaya Surabaya seusai membukukan tujuh gol dalam 13 laga di Shopee Liga 1 2019.

"Riko bermain terus dua tahun belakangan ini. Sempat mengalami kesulitan pada tahun kedua. Musim pertamanya bersama Persija sangat bagus," kata McMenemy.

"Sekarang orang sudah tahu cara menghentikan Riko. Setiap kali bermain, dia mendapatkan tekanan terus. Banyak sekali tekanan," ujar arsitek asal Skotlandia yang ditunjuk menangani Timnas Indonesia sejak awal 2019.

2 dari 2 halaman

Janji McMenemy

McMenemy berkomitmen untuk kembali memercayai Riko Simanjuntak dalam pemanggilan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 berikutnya. Terdekat, Timnas Indonesia bakal menjamu Malaysia dan Thailand pada 5 serta 10 September 2019.

Sementara yang berikutnya, Timnas Indonesia akan menjalani dua laga kualifikasi lagi pada Oktober 2019. Saat itu, Tim Garuda akan bertandang ke markas Uni Emirat Arab pada 10 Oktober dan menjamu Vietnam pada 15 Oktober 2019.

"Saya bilang ke Riko, pasti dia akan kembali ke Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022," tutur McMenemy.

"Namun, saat ini ada pemain lain seperti Irfan Jaya. Dia sedang on fire. Sekarang Riko dapat istirahat dua pekan karena dia sering bermain di kompetisi bersama klubnya," jelas mantan pelatih Timnas Filipina ini.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengalaman Pelatih Timnas Indonesia U-16 Ngobrol dengan Xavi Hernandez
Artikel Selanjutnya
Turun 7 Tingkat, Posisi Timnas Indonesia di Peringkat FIFA Terburuk sejak 2016